BATUTIMES - Vaksinasi covid-19 tahap pertama di Kota Batu tidak berjalan mulus. Pasalnya, dari deretan penerima vaksin covid-19 Sinovac Kamis (28 Januari 2021) hari ini, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso tidak bisa menerima vaksin yang berlangsung di pendapa rumah dinas wali kota Batu.
Apa faktor yang membuat wakil wali kota tidak bisa menerima vaksin? Punjul mengatakan, saat dicek, tekanan darahbya tinggi, yakni 145. Lalu dia memiliki penyakit penyerta yang sudah cukup lama diderita, yaitu diabetes.
Baca Juga : Besok Divaksin, Wawali Kota Malang Siap Jadi yang Pertama di Bumi Arema
“Tiga minggu ini tensi naik turun. Kebetulan tadi diperiksa masih tinggi, 145. Jadi, tidak boleh. Saya juga punya penyekit penyerta, diabetes,” ungkapnya.
Punjul menambahkan, dalam aturan hemoglobin (Hb), yang terkontrol itu 5,8. Tetapi kondisinya saat ini membuat hemoglobin Punjul 8,6. “Hb saya 8,6. Aturan harusnya di bawah 5,8 yang terkontrol. Jadi, tidak boleh,” imbuhnya.
Kondisi tersebut terjadi lantaran Punjul selama beberapa hari terakhir disibukkan dengan beragam rutinitas. Hal tersebut membuat dia kurang dalam menjaga pola tidur.
“Memang kalau orang punya gula, nggak bisa diprediksi, tergantung pola makan. Apalagi beberapa hari terakhir, mobilitas tinggi. Lalu saya tidak bisa tidur,” ucap ketua PDIP Kota Batu ini.
Mereka yang tidak dapat menerima vaksin saat ini, lanjut Punjul, dapat melakukan vaksinasi dua pekan mendatang. Itu pun asal bisa melewati pemeriksaan kesehatan, mulai dari tenakanan darah normal dan hemoglobinnya terkontrol.
Baca Juga : Wartawan Bakal Dilibatkan dalam Pencanangan Vaksin, ini Tanggapan Ketua PWI Malang Raya
“Yang gagal sekarang (Kamis) dua minggu lagi dilakukan vaksin. Tapi tetap dengan syarat tetap dengan pemeriksaan. Mudah-mudahan dua minggu lagi bisa divaksin,” ujarnya.
