Sakral, Wanita Dilarang Masuk, Ini Penuturan Mistis Penjaga Kamar Bupati Pertama di Malang

Jan 27, 2021 17:58
Ranjang yang ada didalam kamar Bupati pertama di Kabupaten Malang Raden Tumenggung Notodiningrat I, yang menjabat pada tahun 1819 sampai dengan 1839. (Foto : Yogi Iqbal/JatimTIMES)
Ranjang yang ada didalam kamar Bupati pertama di Kabupaten Malang Raden Tumenggung Notodiningrat I, yang menjabat pada tahun 1819 sampai dengan 1839. (Foto : Yogi Iqbal/JatimTIMES)

MALANGTIMES - Sampai dengan saat ini, ruang kamar Bupati pertama di Kabupaten Malang masih terawat dengan rapi. Kamar bersejarah di area Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang ini masih rutin dibersihkan. 

Adalah Sutrisno, pria paruh baya yang hingga saat ini bertugas membersihkan dan merapikan ruang kamar sekaligus ruang penyimpanan pusaka Bupati Malang pertama, yakni Raden Tumenggung Notodiningrat I. Bupati Raden Tumenggung Notodiningrat I menjabat pada tahun 1819 sampai dengan 1839.

Baca Juga : Jadi Cagar Budaya, Kamar Sakral Bupati Malang yang Tertutup, Bakal Dibuka untuk Umum

”Sudah lama (merawat ruang kamar dan pusaka), dari zamannya Pak Bupati Rendra Kresna,” ungkapnya saat ditanya mulai kapan bertugas merawat ruang kamar dan pusaka Bupati Malang Raden Tumenggung Notodiningrat I.

Untuk diketahui, Rendra Kresna merupakan Bupati Malang ke-19 yang menjabat pada periode 2010-2015 dan periode 2016-2021, yang menyudahi masa pemerintahannya sebelum periode ke-2 berakhir, lantaran terjerat kasus yang ditangani Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK).

Dari pengamatan wartawan kru JatimTIMES.com, ruang kamar Bupati Malang pertama itu, memang terlihat sangat rapi dan terawat meski usianya diperkirakan sudah lebih dari 2 abad. Hal itu terlihat saat kru JatimTIMES meninjau lokasi bersama Sejarawan Kota Malang Dwi Cahyono, dengan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (23/1/2021).”Dulunya sih katanya ruang sakral gitu, tapi kurang tahu juga, saya manut-manut (percaya, red) saja,” lugas Sutrisno saat menjelaskan secara singkat keistimewaan dari ruangan yang rutin dirawat olehnya ini.

Maklum saja, seperti yang sudah dibahas dalam pemberitaan sebelumnya, ruang kamar Bupati pertama di Kabupaten Malang ini, memang bisa dikatakan sebagai bangunan peninggalan sejarah tertua yang ada di Indonesia.

Mulai dari Pendopo hingga masuk ke dalem (rumah, red) Pringgitan, ornamen arsitektur dari bangunan tersebut masih sangat orisinil. Selain tekel (lantai, red) yang merupakan tekel kulo, pusaka yang ada didalam ruang kamar Bupati Malang Raden Tumenggung Notodiningrat I, dipercaya juga masih tersimpan rapi.

Kamar Bupati itu ada di sisi sebelah timur paling selatan. Ketika awal membuka pintu ruang kamar, telihat dipan atau ranjang kuno yang di atasnya terletak kasur beralaskan putih lengkap dengan bantal, guling, serta selambu yang juga berwarna putih polos.

Bergeser di sisi depan dipan, berjejer rapi rak almari dan meja rias. Di mana, di dalam lemari yang terdiri sekitar 3 rak tersebut, ada sekitar 2 keris yang terpajang rapi di rak paling atas.

Kemudian di rak paling bawah, sepintas terlihat benda pusaka yang menyerupai keris namun berukuran lebih besar dibandingkan keris yang ada di rak paling atas.

Kemudian, di sela-sela almari dan meja rias kuno itu, juga terlihat tombak yang diletakkan di tempat khusus serta menjulang tinggi ke atas, yang bagian mata tombaknya ditutupi sarung penutup khusus dari kayu. Di bagian gagangnya, terlihat ada selembar jarik kombinasi warna kuning dan merah, khas jarik peninggalan masa lampau.

Bergeser ke meja rias, selain ada kaca bercermin, juga ada 2 laci dan kursi tanpa sandaran tepat di bagian depan meja berwarna menyerupai kuningan tersebut.

Sementara itu, di bagian atas pintu masuk kamar, juga terlihat keris yang terpasang di bagian dindingnya. Pemasangannya terlihat di bagian gagang keris sedikit miring ke sebelah selatan.

Baca Juga : 7 Drama Korea Terbaru Siap Temani Anda di Januari 2021

Bergeser ke sebelah barat dipan, terlihat ada 2 kursi dan 1 meja yang biasanya digunakan untuk meletakkan sesajen dan dupa. ”Hari malam Jumat legi (kalender Jawa, Red) dibersihkan. Ya saya bertugas membersihkan dengan mengelap dan sebagainya. Tapi kalau yang itu (ritual, Red), ada yang bertugas membersihkan sendiri. Apa itu, yang bersihkan pakai dupa dan sebagainya,” jelasnya.

Perlu diketahui, ada kepercayaan jika ruang kamar Bupati pertama di Kabupaten Malang ini, sama sekali tidak diperbolehkan dimasuki oleh kaum hawa. Sebab, diyakini ada ruang sakral yang di masanya digunakan untuk ritual atau dalam istilah para ahli sejarawan disebut dengan ruang panyepen.

Tempat ruangan panyepen itu, ada di sisi paling timur di bagian dalam kamar bupati. Di mana, untuk memasuki ruang sakral tersebut, harus melewati pintu berukuran sangat tinggi, yang hingga kini tidak ada orang umum yang diperkenankan untuk membuka pintu tersebut.

”Iya, katanya (perempuan, Red) tidak boleh gitu (masuk kedalam ruang kamar dan pusaka Bupati Malang). Kurang tahu saya kenapa seperti itu, tapi katanya (kepercayaannya, Red) memang seperti itu,” ungkap Sutrisno.

Lantaran ada sederet sejarah dan kesakralan tersendiri yang hingga kini masih diyakini oleh masyarakat itulah, yang membuat Sutrisno tidak bisa memungkiri jika dirinya pernah mengalami kejadian mistis saat menjalankan tugasnya.

”Dulu pernah, waktu bersih-bersih kamar mandi (yang ada di dalam kamar Bupati) saya mengkorok (merinding), tapi saya tidak berfikir negatif, berfikir positif saja,” tukasnya singkat sembari enggan untuk menjelaskan secara gamblang apa yang membuat dirinya hingga merasa merinding.

Namun, bagi masyarakat yang penasaran dan ingin berkunjung ke Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang yang sampai saat ini masih sering dianggap sakral dan tidak dibuka untuk umum ini, nampaknya akan segera terealisasi.

Sebab, Pemkab Malang berencana menjadikan area Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang ini, sebagai kawasan cagar budaya. ”Ke depan akan akan ada study untuk memanfaatkan Pendopo Pringgitan ini menjadi cagar budaya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat.

Topik
pengalaman mistiskamar bupati pertama kabupaten malangPendopo Kabupaten Jombangpendopo jadi cagar budaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru