Pringgitan Pendapa Agung Bakal Dijadikan Cagar Budaya, Pemkab Malang Mulai Lakukan Kajian

Jan 23, 2021 18:00
Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kanan) didampingi Sejarawan Kota Malang Dwi Cahyono (kiri) saat mengunjungi daleman Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang bersama JatimTIMES.com
Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kanan) didampingi Sejarawan Kota Malang Dwi Cahyono (kiri) saat mengunjungi daleman Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang bersama JatimTIMES.com

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membuka wacana menjadikan Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan Agus Salim, Kota Malang sebagai kawasan cagar budaya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat. ”Kita akan siapkan dulu, nanti tupoksinya ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud, Kabupaten Malang). Jadi kita akan membuat study untuk memanfaatkan Pendopo Pringgitan ini untuk dijadikan cagar budaya,” Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat saat ditemui media online ini, Sabtu (23/1/2021).

Baca Juga : Milenial Karangploso Belajar Membatik di Sanggar Lintang 

 

Menurutnya, langkah Pemkab untuk menjadikan kawasan Pringgitan Pendopo Agung menjadi cagar budaya tersebut, bakal melibatkan beberapa elemen terkait. Salah satunya dari para sejarawan.

Sementara itu, pada Sabtu (23/1/2021) kru media online JatimTIMES.com dan beberapa pejabat Pemkab Malang mulai dari Sekda Kabupaten Malang, Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, hingga Sejarawan Kota Malang Dwi Cahyono menyempatkan diri untuk mengkaji kawasan Pringgitan Pendopo Agung, yang digadang-gadang bakal dijadikan cagar budaya tersebut.

”Nanti Pak Dwi akan membantu untuk mengondisikan, karena beliau kan juga ahli cagar budaya. Nantinya akan diadakan FGD (Focus Group Discussion) dengan beberapa pakar, khususnya yang terkait dengan cagar budaya,” jelasnya saat ditemui usai melakukan peninjauan bersama JatimTIMES.com, Sabtu (23/1/2021).

Dijelaskan Sekda Kabupaten Malang, FGD tersebut penting untuk dilakukan agar tidak menyalahi ketentuan dari keasrian dan ke-orisinilan Pringgitan Pendopo Agung.

”Tujuannya agar jangan sampai nanti pada saat kita laksanakan, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan pakem (ketentuan, red) dari cagar budaya,” terangnya.

Selain menggandeng para sejarawan, dalam FGD tersebut juga bakal melibatkan ahli arsitektur hingga pertamanan. ”Saya setuju saja, jadi masukan dari Pak Dwi selaku sejarawan tadi, katanya juga butuh orang yang mengetahui tentang arsitek budaya Jawa. Kemudian selain ahli sejarah, juga akan dilibatkan ahli pertamanan,” ungkapnya.

Sekedar informasi, dari perbincangan yang disampaikan Dwi Cahyono kepada Sekda dan Kadisparbud Kabupaten Malang, bersama kru JatimTIMES.com, kawasan Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang ini, dibangun pada kisaran tahun 1.800-an.

Lantaran saarat akan sejarah peninggalan kebudayaan itulah, membuat Pemkab Malang juga berencana untuk menggandeng para budayawan, sebelum merealisasikan Pringgitan Pendopo Agung menjadi kawasan cagar budaya.

Baca Juga : Hadiri Pameran Art In Pandemi, Kadispar Kota Batu Akan Bangun Pusat Kesenian Seluas 3,5 Hektar 

 

”Kemungkinan yang akan kita buat cagar budaya ini kan hanya Pendopo, Pringgitan, daleman sama yang istilahnya pondok di belakang tadi, termasuk kebun. Kemudian juga ada hal yang sifatnya ritual, nah mungkin ada budayawan nanti yang akan kita rangkul semua,” jelasnya.

Sebagai gambaran, dijelaskan Wahyu, ketika sudah dijadikan cagar budaya, kawasan Pringgitan Pendopo Agung tersebut juga akan dijadikan jujukan wisata edukasi.

”Iya, jadi mungkin nanti anak-anak SD (Sekolah Dasar) yang ingin melihat sejarah, seperti apa sebenarnya Pringgitan Pendopo yang juga jadi tempat tinggal Bupati ini, seperti apa ceritanya, kemudian turun temurun historisnya, kenapa Bupati pertama tinggal disini, dan sebagainya itu menurut saya akan jadi menarik,” imbuhnya.

Meski diwacanakan menjadi cagar budaya sekaligus wisata edukasi, namun Wahyu memastikan tidak akan mengubah kesakralan dari Pringgitan Pendopo Agung. ”Tetap dibuat cagar budaya, tapi yang sesuai dengan pakemnya. Meski jadi cagar budaya kan tetap ada yang bertugas untuk pemeliharaan, jadi tetap tidak merubah yang sudah menjadi peninggalan lama. Kemudian ada hal yang sifatnya ritual itu juga jangan sampai kita menyalahi,” tukasnya.

Seperti apa ulasan tentang salah satu tempat paling bersejarah di Kabupaten Malang ini?. Simak terus ulasan lengkapnya hanya di JatimTIMES.com dan Chanel Youtube Jatim TIMES Network.

 

Topik
Berita Malang Pendopo Agung Kabupaten Malang Cagar Budaya Sekda Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru