Ribuan Pasien Covid-19 Sembuh, Dinkes Kabupaten Malang: Tidak Semua Bisa Donor Konvalesen

Jan 20, 2021 20:02
Ilustrasi sampel darah yang akan digunakan saat donor Plasma Konvalesen (Foto : Alodokter.com)
Ilustrasi sampel darah yang akan digunakan saat donor Plasma Konvalesen (Foto : Alodokter.com)

MALANGTIMES - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, menyebut tidak semua pasien Covid-19 yang telah sembuh bisa mendonorkan plasma konvalesen-nya.

Menurutnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya, apakah “alumni” pasien terpapar Covid-19 tersebut, masih memiliki antibodi atau tidak paska terpapar virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina tersebut.

Baca Juga : PMI Sambat Kekurangan Alat Plasma Konvalesen, Pemkab Malang Siap Gelontorkan Dana Hibah

”Itu (persyaratan donor Plasma Konvalesen) yang lebih tahu, lebih paham adalah PMI (Palang Merah Indonesia). Tapi yang jelas, semua individu yang pernah terpapar covid-19 (sembuh) akan ditest. Apakah masih punya antibodi apa tidak,” terangnya.

Selain dicek antibodinya, lanjut Arbani, pasien Covid-19 yang telah sembuh tersebut juga akan diperiksa apakah memiliki penyakit menular hingga penyakit komorbid alias penyerta atau tidak.

”Kemudian kalau dia (pasien Covid-19 yang sembuh) sudah punya antibodi dan tidak punya penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit menular. Dia berhak atau secara fisik-pun dia jelas bisa jadi pendonor,” imbuhnya.

Nantinya, donor plasma konvalesen dari mantan pasien Covid-19 tersebut, masih menurut Arbani, juga tidak bisa serta merta langsung didonorkan kepada pasien yang masih menjalani perawatan.

”Permintaan dari dokter itu jelas. Mulai dari darahnya seperti apa, kemudian darahnya golongan apa, rhesus-nya negatif atau positif. Terus kemudian ada beberapa tambahan (persyaratan, red) lagi yang saya kurang paham. Karena memang yang lebih tahu soal teknisnya adalah dokter yang melakukan transfusi darah,” jelasnya.

Sekedar informasi, dijelaskan Arbani, rhesus merupakan jenis golongan darah. Di mana, rhesus darah tersebut ada 2 golongan. Yakni golongan positif atau negatif.

”Tapi rata-rata orang Indonesia adalah rhesus positif. Rhesus itu bertujuan supaya bisa cocok antara darahnya pendonor dengan darahnya yang menerima transfusi,” terangnya.

Artinya, sebelum donor plasma konvalesen ditransfusikan kepada pasien Covid-19, harus dipastikan dulu rhesus dan golongan darahnya sama.

”Misal (penerima donor Plasma Konvalesen) golongan darahnya A, maka ya harus sama A. Begitu juga dengan rhesus-nya juga harus sama. Kalau rhesus-nya positif ya harus diberi darah rhesus positif,” ungkapnya.

Seperti yang sudah diberitakan, imbauan gerakan donor plasma konvalesen tersebut, sempat diimbau langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin. Berawal dari imbauan itulah, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa juga sempat menyinggung terkait Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen, yang sebelumnya disampaikan oleh Wapres Ma’ruf Amin tersebut.

”Jadi sebenarnya inikan terkait sosialisasi Plasma Konvalesen baru 2 hari yang lalu, dan itu ternyata juga dari RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang), sumbernya yang pertama kali melaksanakan itu (donor Plasma Konvalesen),” klaim Arbani.

Baca Juga : Siap Diterapkan, Pemkab Malang Sebut Sudah Pernah Bahas Wacana Donor Plasma Konvalesen

Ke depan, jika imbauan Wapres Ma’ruf Amin itu harus direalisasikan, maka Dinkes Kabupaten Malang akan segera berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Malang.

”Jadi di sini, yang seharusnya mencari (para pendonor Plasma Konvalesen, red) tersebut adalah kerjasama antara PMI dengan Dinkes. Jadi nanti kami akan koordinasi dengan PMI (Kabupaten Malang),” ungkapnya.

Dalam koordinasi tersebut, dijelaskan Arbani, pihaknya akan menyodorkan data siapa saja pasien Covid-19 di Kabupaten Malang, yang telah dinyatakan sembuh.

”Koordinasi itu terkait dengan kami berikan nanti data para pasien atau masyarakat yang sudah pernah terpapar covid-19. Kemudian data tersebut akan diolah oleh pihak PMI,” timpal Arbani.

Setelah data itu disetorkan, PMI dan pihak Rumah Sakit akan menyeleksi siapa saja yang layak untuk mendonorkan Plasma Konvalesen. ”Nantinya yang bersangkutan (pasien sembuh Covid-19) akan dipanggil dan diseleksi. Terkait siapa saja yang bisa jadi pendonor plasma konvalesen,” ujarnya.

Sekedar informasi, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz, menyebut ada 1.841 pasien asal Kabupaten Malang yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Hingga Rabu (20/1/2021), dari 1.841 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 1.674 pasien diantaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan yang meninggal dunia akibat terpapar virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina ini sebanyak 101 orang jiwa.

”Kemudian darah (hasil donor Plasma Konvalesen) akan diberikan kepada siapa itu berdasarkan profesionalismenya PMI, dan ini juga kerjasama dengan Rumah Sakit. Tidak mungkin rumah sakit itu minta darah plasma ini ke PMI dengan data yang tidak jelas,” tukas Arbani.

 

Topik
donor plasma konvalesen donor plasma konvalesen kabupaten malang pasien covid 19 yang sembuh covid 19 kabupaten malang Dinkes Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru