Siap Diterapkan, Pemkab Malang Sebut Sudah Pernah Bahas Wacana Donor Plasma Konvalesen

Jan 19, 2021 19:22
Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat saat memaparkan kesiapan Pemkab Malang terkait imbauan wapres mengenai donor plasma konvalesen. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat saat memaparkan kesiapan Pemkab Malang terkait imbauan wapres mengenai donor plasma konvalesen. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan kesiapannya jika memang gerakan donor plasma konvalesen yang sempat diimbau Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin harus diterapkan di tingkat pemerintahan daerah.

Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat setelah diagendakan menghadiri salah satu agenda pemerintahan di Surabaya, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga : Tidak Hanya Vaksin, Terapi Plasma Darah Konvalesen Dinilai Efektif Lawan Covid-19

”Soal imbauan itu, Pemkab Malang siap, karena kan itu (plasma konvalesen) disebut memang bisa membantu (penyembuhan terhadap pasien covid-19, red),” ucapnya saat ditemui media online ini di Anusapati, Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (19/1/2021).

Seperti yang sudah diberitakan, plasma konvalesen dari pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh tersebut akan difungsikan untuk menyembuhkan pasien yang masih menjalani  pemulihan.

Diketahui, donor darah plasma konvalesen merupakan donor darah dari penyinitas pasien covid-19 yang diperuntukkan agar membantu pasien yang masih menjalani perawatan akibat terpapar covid-19.

Sejatinya, plasma konvalesen semacam ini sudah ada sejak lama dan telah dipergunakan untuk kepentingan terapi, terutama pada saat situasi pandemi seperti saat ini. Seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, pihaknya sempat menyinggung terkait Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen yang sebelumnya disampaikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dalam peenyataannya yang telah dimuat dalam pemberitaan sebelumnya, Khofifah menyebut pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen ini dilatarbelakangi banyaknya kasus plasma. "Konvalesen ini memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi untuk membantu kesembuhan para pasien covid-19," ucapnya.

Namun, menurut sekda Kabupaten Malang, jauh sebelum wacana tersebut ramai diperbincangkan, Pemkab Malang sejatinya sudah pernah membahas wacana tersebut. ”Kalau selama ini sudah pernah disampaikan oleh kepala Dinkes (Dinas Kesehatan Kabupaten Malang). Tapi terkait dengan itu nanti pelaksanaannya seperti apa, masih akan kami koordinasikan dengan Dinkes,” ungkapnya.

Baca Juga : Ini Daftar 16 Tokoh Penerima Vaksin Covid-19 di Kota Batu

Wacana donor plasma konvalesen itu sempat dibahas saat awal status pandemi covid-19 di Kabupaten Malang. Tepatnya pada kisaran akhir tahun 2020 lalu.

”Awal-awal dulu Dinkes sudah pernah (menyampaikan) seperti itu, awal dulu sebelum ramai (dibicarakan, red) wacana itu (donor plasma konvalesen) sudah sempat dibahas dan diwacanakan (di Kabupaten Malang, red),” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Dinkes Kabupaten Malang menyebut donor plasma konvalesen sempat dilaksanakan di salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Malang. ”Karena kan sudah pernah dilaksanakan di rumah sakit. Nah saat itu Dinkes sampaikan pada saat rapat bahwa ada model plasma yang itu juga akan baik bagi mereka yang terjangkit (covid-19),” tandasnya sembari menuturkan bahwa Pemkab Malang siap menerapkan imbauan wapres jika memang menjadi kebijakan pemerintah pusat.

 

Topik
Pemerintah Kabupaten Malangdonor plasma konvalesenWakil Presiden RIKH Ma’ruf AminPemerintahan DaerahSekretaris Daerah Kabupaten MalangWahyu Hidayat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru