Basarnas Surabaya Terjun ke Malang, Lakukan Penyisiran 1 Orang Hanyut di Sungai Bango

Jan 19, 2021 12:06
Koordinator Lapangan Kantor Basarnas Surabaya Ainul Makhdin saat ditemui awak media di dekat lokasi longsornya sebagian bangunan rumah, Selasa (19/1/2021). (Foto: Amin/MalangTimes) 
Koordinator Lapangan Kantor Basarnas Surabaya Ainul Makhdin saat ditemui awak media di dekat lokasi longsornya sebagian bangunan rumah, Selasa (19/1/2021). (Foto: Amin/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya terjun ke Kota Malang untuk melakukan penyisiran satu orang hanyut di perairan Sungai Bango bernama Roland Sumarno (40) warga Perumahan Griya Sulfat Inside Kavling 10, Jalan Sadang RT.09/RW.18 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (19/1/2021). 

Tim dari Kantor Basarnas Surabaya juga dibantu oleh tim SAR (Search And Rescue) atau Pencarian dan Penyelematan gabungan yang telah diterjunkan sejak pukul 08.30 WIB untuk menyisir perairan Sungai Bango. 

Baca Juga : Sempat Ada Suara Gemuruh, Rumah Ambruk dan Penghuninya Terbawa Arus Sungai

 

“Sebanyak 40 personil tim SAR gabungan kami kerahkan,” ungkap Koordinator Lapangan Kantor Basarnas Surabaya Ainul Makhdin kepada awak media, Selasa (19/1/2021). 

Tim tersebut terdiri dari unsur Kantor SAR Surabaya, Polsek Blimbing, Koramil, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, red) Kota Malang, PMI (Palang Merah Indonesia, red) Kota Malang, dan relawan SAR Malang Raya.

Lanjut Ainul bahwa pihaknya juga telah membagi empat SRU (Search and Rescue Unit) yang masing-masing beranggotakan 8 personel untuk dikerahkan melakukan penyisiran di empat titik yang telah ditentukan dan dipetakan. Kata Ainul, untuk semua SRU akan dimaksimalkan dalam penyisiran darat. 

Sementara itu, terkait titik mana saja yang akan dilakukan penyisiran, Ainul mengatakan bahwa terbagi menjadi empat titik wilayah besar yang menjadi titik pusat pencarian jenazah Roland Sumarno. 

"Untuk rute pencarian, SRU yang pertama (melakukan pencarian, red) di Jembatan Bunul naik ke TKM (Titik Kejadian Musibah, red), kurang lebih radius satu kilometer. Terus SRU kedua dari Jembatan Ranugrati turun ke Jembatan Muharto," jelasnya. 

Sedangkan untuk SRU ke 3 dan ke 4, Ainul menambahkan bahwa untuk SRU ke 3 akan dilakukan pencarian mulai dari Jembatan Muharto sampai Jembatan Gadang. Sedangkan untuk SRU ke 4 dari wilayah Jembatan Gadang sampai ke daerah Lowokdoro. 

Saat melakukan pemetaan wilayah, Ainul mengungkapkan bahwa terdapat beberapa jalur yang harus ditingkatkan kewaspadaan oleh tim SAR gabungan. Karena kondisi yang terjal serta diikuti arus Sungai Bango yang cukup deras cukup menyulitkan pencarian korban atas nama Roland Sumarno. 

Baca Juga : Akibat Hujan Lebat, Satu Rumah Beserta Penghuninya Terbawa Arus Sungai

 

"Untuk kendalanya, medannya curam dan kondisi arus sungai sangat deras. Jadi kami harus berhati-hati untuk melakukan pencarian," ungkapnya. 

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, longsor yang menelan korban jiwa atas nama Roland Sumarno diakibatkan hujan yang cukup deras pada hari Senin (18/1/2021) mengakibatkan debit air Sungai Bango semakin tinggi dan arus pun semakin deras. 

Hal itu menyebabkan, tanah di bawah bangunan rumah Roland Sumarno tergerus oleh arus Sungai Bango dan menyebabkan runtuhnya sebagian rumah milik korban beserta pemilik rumah yakni Roland Sumarno yang pada saat kejadian, korban sedang membetulkan got yang tersumbat. 

Hingga berita ini ditulis, petugas SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap jenazah korban atas nama Roland Sumarno yang hanyut bersama sebagian bangunan rumah ke dalam Sungai Bango.

Topik
bencana longsor kota malangkorban hanyut banjir dan longsor kota malangpencarian korban hanyut sungai bangoberita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru