Sempat Ada Suara Gemuruh, Rumah Ambruk dan Penghuninya Terbawa Arus Sungai

Jan 18, 2021 22:28
Kondisi depan rumah milik korban atas nama Roland Sumarno (40) yang ambles dan terbawa arus deras Sungai Bangau, Senin (18/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kondisi depan rumah milik korban atas nama Roland Sumarno (40) yang ambles dan terbawa arus deras Sungai Bangau, Senin (18/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside Kavling 10 RT. 09/RW. 08 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang  mengakibatkan sebagian rumah warga ambles dan hanyut. Tak hanya itu pemilik rumah, Rolanda Sumarno (40) juga turut hanyut dalam aliran deras Sungai Bangau. 

Analis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Sub Bagian Penyusunan Program Sekretariat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang Cornellia Selvyana Ayoe menjelaskan, kronologi amblesnya sebagian bangunan rumah bermula ketika terjadi hujan deras sekitar pukul 17.30 WIB menjelang waktu Magrib. 

Baca Juga : Viral Video Suara "Tolong" di Pencarian Pesawat Sriwijaya Air, Ini Penjelasan Damkar

"Kronologinya itu dia (Roland Sumarno, red) bersihkan gorong-gorong gotnya itu kebuntu. Sudah dilarang sama tetangganya, nggak boleh keluar karena hujan deras. Mungkin beliau nggak dengar. Dia tetap melanjutkan aktivitasnya membersihkan gorong-gorong," ungkapnya ketika ditemui di lokasi terjadinya longsor, Senin (18/1/2021). 

 

Selvy mengatakan, berdasarkan keterangan dari tetangga sekitar rumah korban bahwa sempat terdengar suara gemuruh yang cukup keras hingga terdengar sampai tetangga yang berada di atas perkampungan di Jalan Sadang. 

"Kedengaran sampai tetangga, tanah itu gerak. Brum brum langsung bres gitu. Hilang dia langsung. Jadi lonngsornya itu, tanah juga hilang langsung kebawa arus sungai yang deras. Sampai sekarang (Roland Sumarno, red) masih belum ditemukan," terangnya. 

Letak kediaman Roland pun juga memang berada berdekatan dengan aliran Sungai Bangau. Selvy menuturkan, bahwa ketinggian rumah milik Roland dengan Sungai Bangau mencapai 15 meter. 

"Sungai Bangau dengan ketinggian dari rumahnya itu sekitar 15 meter, lebar sungainya 20 meter. Untuk rumahnya itu cuma 4 meter," katanya. 

Selain sebagian bangunan rumah serta Roland yang ambles dan ikut terseret arus Sungai Bangau, juga bangunan kolam ikan serta sepeda motor milik korban turut serta ambles dan terbawa arus Sungai Bangau. 

Lebih lanjut Selvy menyebutkan, kondisi istri dan anak-anak Roland sudah terselamatkan oleh para relawan dan tetangga disekitar kediaman korban.  Istrinya pun hampir menjadi korban atas kejadian amblesnya sebagian bangunan rumah milik Roland. 

"Karena ceritanya tadi itu, istrinya mau menolong Pak Roland. Tapi dilarang sama tetangga, ditarik oleh tetangga. Kaca-kaca itu semua dipecah untuk menyelamatkan istrinya. Anak-anaknya juga selamat," ujarnya. 

Baca Juga : Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Kembali Landa Kota Batu

 

Dari pantauan pewarta, Perumahan Griya Sulfan Inside telah dipasang garis polisi yang dibagi di beberapa titik sampai di titik terdekat dengan lokasi bangunan rumah yang ambles. Kondisi rumah milik Roland juga masih tampak retak separuh dan seluruh tetangga di sekitar rumah milik Roland telah diungsikan ke rumah tetangga dan Pak RT. 

"Untuk warga sekitar sudah diungsikan semuanya dirumah tetangganya sama tempatnya Pak RT. Yang dirumah Pak RT ada dua KK, yang satu KK nya itu di Sawojajar. Satu KK itu ada bayi sama balita umur 19 bulan. Yang di bawah sudah dikosongkan semua, sudah steril," jelasnya. 

Sementara itu, hingga saat ini dikatakan Selvy, bahwa pencarian terus dilakukan. BPBD Kota Malang menerjunkan TRC (Tim Reaksi Cepat) sebanyak 12 orang untuk menyisir aliran Sungai Bangau untuk menemukan korban. 

"Kalau personelnya TRC dari BPBD itu ada 12 orang. Nanti kita atur (untuk mencari korban, red) dibantu dengan relawan-relawan itu," terangnya. 

Selvy juga menambahkan, bahwa saat ini tim dari BASARNAS (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) yang berada di Surabaya juga sudah meluncur menuju Malang untuk membantu pencarian korban hanyut. 

"Terkait titik penyisiran, nanti itu kita lihat dari tim Basarnas. Sekarang Basarnas sedang meluncur dari Surabaya ke Malang untuk membantu kita," tutupnya.

Topik
longsor kota malang kronologi longsor griya sulfat korban longsor griya sulfat malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru