Atasi Konflik Petani Jeruk vs Pemdes, Sekda Kabupaten Malang Angkat Bicara

Jan 16, 2021 18:51
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (Hendra Saputra)
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat angkat bicara ihwal sengketa lahan sewa menyewa yang melibatkan petani jeruk dan Pemerintah Desa (Pemdes) Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Menurut Wahyu sebenarnya Pemkab Malang telah memnfasilitasi pertemuan antara petani jeruk dan Pemdes Selorejo untuk menemukan kesepakatan terbaik supaya tidak sampai berujung ke meja hijau.

Baca Juga : Jelang Vaksinasi Tahap Pertama, Ini Catatan Dewan

Akan tetapi meski sudah dimediasi, Wahyu mengaku memang sudah mendengar bahwa situasi panas tetap terjadi antara Pemdes Selorejo dan petani jeruk.

"Sebenarnya sudah ada kesepakatan bersama (antara petani jeruk dan desa,red) tapi sepertinya sama-sama melaporkan ke Pengadilan Negeri (PN), ya saya panggil Camatnya, lalu saya panggil asisten satu dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD), dan mereka mengatakan memang mereka mau seperti itu," ungkap Wahyu Hidayat saat dihubungi MalangTIMES, Sabtu (16/1/2021).

Pada mediasi itu, Wahyu mengaku memunculkan sebuah kesepakatan bahwa nantinya lahan yang ditanami jeruk itu akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Hasilnya awal kami menunggu masa sewa (lahan semua, red) selesai, sudah disepakati tahun ini dan bahwa nantinya dikelola BUMDes, Itu diundang semua dalam mediasi itu. Nanti perkara yang menduduki BUMDes itu kesepakatan masyarakat Selorejo semua, termasuk siapa ketuanya. Nah di situ mereka sepakat, pihak desa sepakat pihak petani juga sepakat," papar Wahyu.

Sekda yang mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini juga mengatakan bahwa jika lahan bisa dikelola BUMDes nantinya bisa diatur tentang sewa menyewanya dan bagaimana pengelolaannya.

Baca Juga : Mantan Pasien Covid-19 dan Komorbid Tak Dapat Jatah, ini Kriteria Penerima Vaksin di Malang

"Kesepakatan bersama belum tuntas, tapi mereka sudah merasa ingin mencari keadilan sendiri-sendiri ya kita sekarang tidak bisa apa-apa," kata dia.

Terakhir, Wahyu sebenarnya tidak berharap antara Pemdes Selorejo dan petani jeruk tidak sampai naik ke meja hijau karena bermusyawarah dianggap masih bisa menemukan jalan tengah.

"Kami harap sebenarnya semua bisa menahan diri dulu, laksanakanlah sesuai dengan kesepakatan bersama. Dari situ kan sudah kami fasilitasi, keinginan kepala desa seperti apa, keinginan petani seperti apa, kita ikuti sesuai aturan perundangan, dan kita ikuti sampai waktu masa habisnya," pesannya mengakhiri.

Topik
Berita Malang Sekda Kabupaten Malang Petani Jeruk Selorejo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru