KPK Masuk Kota Malang, Usut Transaksi Jual Beli Tanah Mantan Wali Kota Batu ER

Jan 15, 2021 18:29
Salah satu rumah milik Huge di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang usai dikunjungi oleh KPK, Jumat (15/1/2021). (Foto: Istimewa) 
Salah satu rumah milik Huge di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang usai dikunjungi oleh KPK, Jumat (15/1/2021). (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Penggusutan dugaan gratifikasi proyek Pemkot Batu di tahun anggaran 2011-2017 oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merembet ke wilayah Kota Malang, Jumat (15/1/2021) siang. Diduga kuat, pengeledahan KPK di wilayah Kota Malang terkait dengan perkara yang melilit mantan Wali kota Batu, Eddy Rumpoko (ER).

Setelah sehari sebelumnya menggeledaha Rumah Dinas Wali Kota Dewanti Rumpoko di Kota Batu, kali ini, penyidik KPK mendatangi rumah milik warga bernama Huge di kawasan Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Baca Juga : 10 Hari di Kota Batu, KPK Obok-Obok 11 OPD, Rumah Dinas dan Staf, serta Toko Nusantara

Kepada wartawan MalangTIMES, Huge mengakui dirinya didatangi tim penyidik KPK. Kedatangan itu terkait pemenuhan kelengkapan keterangan. Pasalnya Huge diduga pernah melakukan transaksi jual beli tanah dengan mantan Wali kota Batu, Eddy Rumpoko. 

"Nggeh (tadi ada KPK ke rumah saya, red). Ya itu tadi cuma menanyakan saya dulu pernah jual tanah itu aja loh, iya ke Pak Eddy. Tapi yang jelas sekitar tahun 2015 sudah saya berikan keterangan dan tidak diketemukan bukti-bukti juga," jelas Huge yang tidak berkenan ketika divideo saat dirinya di wawancara, Jumat (15/1/2021) siang. 

Dirinya pun berulang kali menyatakan bahwa dirinya merupakan warga biasa yang tidak mengerti terkait kasus gratifikasi yang menyangkut mantan Wali kota Batu, Eddy Rumpoko. "Saya kan warga biasa pak, mosok ngerti kayak gitu," ucapnya di dalam rumah yang menyatakan bahwa dirinya sedang sakit. 

Ketika disinggung apakah terdapat hubungan dengan mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Huge dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan Eddy Rumpoko. 

"Ketemu aja nggak pernah. Iya (hanya jual tanah, red), kan saya pasang banner di pinggir jalan gitu. Jadi nggak tahu sampai kayak gini, anak saya sampai Shock semua ini," katanya. 

Imbuh Huge bahwa dulu yang bertransaksi dengan dirinya merupakan makelar, bukan Eddy Rumpoko secara langsung. Maka dari itu Huge menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertemu secara langsung dengan Eddy Rumpoko. "Yang beli dulu saya tahunya kan makelar. Waktu tanda tangan, nanti ini Pak Eddy (yang tandatangan, red). Saya kan orang Malang, itu kan ndek Batu. Tanahnya di Batu," imbuhnya. 

Huge pun tidak berkenan menyebutkan nominal penjualan tanah tersebut. Karena dirinya beralasan bahwa transaksi tersebut sudah lama. "Nggak enak pak kalau saya nyebutin, karena sudah dulu. Adalah pokok e gitu. Ya segitu (puluhan atau ratusan, red)," ucapnya. 

Lanjut Huge bahwa saat penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap dirinya tidak terdapat berkas maupun bukti yang dibawa maupun disita. "Nggak ada (yang disita, red), Alhamdulillaah nggak ada. Karena saya bukan siapa-siapa," terangnya. 

Hanya saja kata Huge, terdapat bukti pembayaran saat dirinya bertransaksi menjual tanah tersebut yakni sebuah rekening koran yang difoto oleh pihak penyidik KPK. "Kan buktinya waktu pembayaran kan sudah saya mintakan rekening koran, sudah tak kasihno, ya sudah," ungkapnya. 

Lanjut Huge bahwa dirinya siap sewaktu-waktu jika dipanggil untuk memberikan keterangan terkait kasus yang menyangkut dirinya atas transaksi penjualan tanah tersebut. "Iya pak (siap dipanggil memberikan kesaksian, red), kan apa adanya saya. Ngapunten saya bukan apa-apa pak," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua RT. 05 / RW. 04 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Riyanto mengatakan bahwa memang benar adanya terdapat beberapa penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan kepada Huge di kediamannya. 

"Kurang lebih ya jam 11 kurang 10 menit, sampai jam 11 lebih 20 menit. Ya cuma penggeledahan saja, mungkin untuk mencari data. Pak Huge warga sini. Itukan kasus lama, Pak Huge belum disini itu (kasus, red) sudah ada," ujarnya. 

Kata Riyanto yang sempat menyaksikan secara langsung penyidik KPK di kediaman Huge, bahwa penyidik KPK hanya memeriksa dokumen-dokumen. "Itupun tadi belum selesai, saya sudah kembali, karena saya mau Jumatan. Cuma meriksa-meriksa dokumen. Yang di dalam itu empat (orang, red) yang di luar satu ada dua mobil. Ada polisinya. Saya cuma bisa menyaksikan saja," tutupnya. 

Topik
kpk di kota batuPenggeledahan KPK di Kota Batukpk masuk kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru