Salah satu Kandidat Kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025, sebagai Calon Tetap Ketum, Muhammad Syaroni (mengepalkan tangan) saat berorasi paska kongres dibubarkan karena alasan PPKM (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Salah satu Kandidat Kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025, sebagai Calon Tetap Ketum, Muhammad Syaroni (mengepalkan tangan) saat berorasi paska kongres dibubarkan karena alasan PPKM (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Muhammad Syaroni, Calon Tetap Ketua Umum (Ketum), Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Malang periode 2021-2025, menganggap dirinya menjadi tumbal politik. Itu menyusul dibubarkannya pelaksanaan kongres oleh polisi, Kamis (14/1/2021) karena belum mengantongi izin di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

”Sebentar, saya mau bicara di sini, terima kasih Pak KP (Komite Pemilihan), saya juga mohon izin pada Pak Kapolsek (Klojen) dan anggota yang lain. Jadi intinya Kabupaten Malang harus tetep jaya, solid, militan, yang jelas hari ini kita dijadikan tumbal politik,” ungkapnya dengan nada lantang usai Kongres Askab PSSI Kabupaten Malang yang diselenggarakan di Ruang Anusapati, Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang dibubarkan karena alasan belum mendapatkan izin di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kamis (14/1/2021).

Baca Juga : Kurangi Pelanggaran Prokes, Polsek Bululawang Operasi Yustisi Tiga Kali Sehari

Dalam orasinya, pria yang mengaku merupakan warga Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini, mengklaim jika alasan dirinya berjuang untuk menjadi kandidat Ketua Umum tersebut, lantaran diperintah oleh Bupati Malang Sanusi.

”Saya di sini, berdiri di sini atas perintah njenengan (anda, red), atas perintah Bupati (Malang Sanusi, red) untuk mencalonkan diri menjadi ketua. Kalau hari ini digagalkan, saya terima dengan lapang dada,” ucapnya sembari meneteskan air mata.

Secara tersirat, dasar ditunjuknya pria yang juga diketahui menjadi Kepala Desa di Mendalanwangi ini, sebagai Calon Tetap Ketum Askab PSSI Kabupaten Malang, lantaran dirinya juga turut memenangkan Sanusi saat mencalonkan diri sebagai Bupati Malang tahun 2020 lalu.

”Silakan dimuat (berita), saya juga berjuang untuk kemenangan Sanusi, Bapak Sanusi, Bapak Bupati saya yang saya cintai. Tapi hari ini semua sudah selesai, saya mohon maaf kepada pendukung saya,” ungkapnya.

Meski beranggapan jika dirinya telah “dijegal” namun, Syaroni mengaku akan tetap berlapang dada. Alasannya, karena dirinya tidak gila jabatan.

”Saya juga voter sekaligus juga yang didukung oleh rekan-rekan untuk menjadi calon ketua. Saya tidak gila jabatan, terus terang. Mohon sabar teman-teman se-Kabupaten Malang yang telah mendukung saya hari ini. Kita ingin Kabupaten Malang damai, kita ingin Kabupaten Malang aman,” timpalnya sembari mengepalkan tangannya ke udara.

Ke depan, Syaroni memilih untuk fokus menjadi Kepala Desa di tempat tinggalnya, ketimbang memikirkan nasibnya di dalam pemilihan Calon Tetap Ketum Askab PSSI Kabupaten Malang.

”Saya tidak menginginkan jabatan itu, sekali lagi saya sampaikan, saya bukan gila jabatan. Saya akan tetap mengabdi kepada desa saya, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir yang saya cintai. Saya mohon maaf, saya tidak bisa melanjutkan amanah njenengan. Kita disini korban politik, saya tidak tahu ceritanya, terimakasih,” timpalnya sembari nada terisak-isak karena menangis.

Terakhir, dalam orasinya, Syaroni meminta kepada pendukungnya untuk tetap menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif paska kongres dibubarkan.

Baca Juga : Cegah Persebaran Covid-19, Kapolresta Bersama Dandim Tinjau Kampung Tangguh Purwodadi

”Tolong kondusif, jangan membuat ulah, saya siap turun untuk ketentraman Kabupaten Malang. Demikian yang bisa saya sampaikan, saya mencintai panjenengan, saya mencintai Kabupaten Malang. Saya turun menjadi calon siap, saya orang Wagir, saya siap, terimakasih,” tukasnya sembari disambut tepuk tangan riuh dari para pendukungnya.

Sementara itu, ketika hendak dikonfirmasi, Bupati Malang Sanusi yang diagendakan menghadiri Kongres Askab PSSI Kabupaten Malang, nyatanya mendadak tidak menghadiri agenda tersebut.

Dalam acara yang diagendakan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga dibubarkan pada saat menjelang siang, Kamis (14/1/2021). Orang nomor satu di jajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Malang ini, masih belum bisa ditemui.

Hingga berita ini ditulis, media online ini masih mencoba untuk mengonfirmasi politisi dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut. Simak terus pemberitaan soal tanggapan Bupati Malang Sanusi terkait tudingan tumbal politik, hanya di JatimTIMES.com.

Sekedar informasi, dari informasi yang diperoleh media berjejaring nasional ini, ada 4 Kandidat Kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025 yang ditunjuk sebagai Calon Tetap Ketua Umum. Mereka adalah Agus Sa’dullah, Choiru Dai, Muhammad Syaroni, dan Drs. Siswantoro.