Setelah Gus Nuril, Kini Anggota Fraksi PDIP Tolak Vaksinasi Covid-19

Jan 13, 2021 09:34
Anggota DPR Komisi IX dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ribka Tjiptaning (Foto: RMOL.id)
Anggota DPR Komisi IX dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ribka Tjiptaning (Foto: RMOL.id)

MALANGTIMES - Anggota DPR Komisi IX dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ribka Tjiptaning secara blak-blakan menolak adanya vaksin Covid-19.  

Hal itu Ribka sampaikan melalui rapat kerja Komisi IX pada Selasa (12/1/2021).  

Baca Juga : Pemkab Malang Siapkan Mobil Refrigerator untuk Distribusikan Vaksin Covid-19

Dalam rapat tersebut, Ribka membuat sejumlah pernyataan kontroversial terkait vaksin Covid-19.  

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM Penny Lukito, dan Direktur PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir.

Dalam pernyataannya, Ribka menyampaikan dengan tegas untuk menolak vaksin Covid-19.  

Ia bahkan mengaku rela menjual mobilnya untuk membayar denda daripada harus disuntik vaksin tersebut.

"Kedua, kalau persoalan vaksin saya tetap tidak mau divaksin maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin, saya sudah 63 tahun nih. Misalnya hidup di DKI Jakarta semua anak cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta mending saya bayar jual mobil lah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengisyaratkan masih meragukan vaksin Covid-19 itu.  

Ia berkaca dari pengalaman pemberian vaksin lainnya, yang justru membuat banyak orang lumpuh hingga meninggal dunia.  

Seperti vaksin antipolio uang membuat sejumlah orang lumpuh di Sukabumi dan vaksin kaki gajah di Majalaya menyebabkan 12 orang meninggal dunia.

"Saya yang pertama bilang saya yang pertama menolak vaksin. Kalau dipaksa pelanggaran HAM tidak boleh memaksa begitu," imbuhnya.

Selain membahas soal vaksin Covid-19, Ribka juga mengkritisi soal tes swab di rumah sakit.  

Ia mengungkapkan secara lugas mengenai komersialisasi atau bisnis tes swab di rumah sakit.  

Ribka mengatakan jika ia mendapati tes swab yang dipatok dengan harga berbeda pada sejumlah rumah sakit.  

Wanita 63 tahun itu lantas mencontohkan rumah sakit swasta di Jakarta Pusat yang mematok harga tes swab cukup tinggi.  

Baca Juga : 12.000 Vaksin Siap Didatangkan di Kota Malang

Tarif tes swab sebesar Rp 3,5 juta dengan hasil tiga hari. Sementara, untuk hasil tes swab satu hari harganya naik hampir dua kali lipat yakni Rp 6,5 juta.

Ribka lantas mengatakan jika ia memutuskan tes swab di salah satu klinik dan hanya membayar Rp 900 ribu.  

"Ini patokannya memang lama pemeriksaan atau memang karena duitnya," tandasnya.  

Terkait hal ini, Ribka memberikan pesan kepada Menkes Budi Gunawan agar fasilitas dan pelayanan kesehatan, khususnya berkaitan dengan covid-19 tidak dijadikan ajang bisnis.  

"Saya cuma ingatkan kepada menteri negara tidak boleh bisnis dengan rakyat, tidak boleh. Mau alasan apa saja tidak boleh, saya nanti yang paling kencang permasalahkan itu," papar Ribka.  

Sebelumnya, mantan Panglima Pasukan Berani Mati Kiai Nuril Arifin alias Gus Nuril turut memberikan pendapat terkait vaksin covid-19.  

Dia mengaku tak melarang vaksin tersebut, namun juga tidak menganjurkan.

"Yang konon Mas Jokowi sendiri memberikan contoh untuk diberikan suntikan atas vaksin covid-19. Saya tidak melarangnya, tetapi saya tidak menganjurkan kepada santri-santri Soko Tunggal, anggota PGN  dan sebaiknya mendapat perhatian khusus," ucapnya.  

Gus Nuril lantas mengatakan keberhasilan sebuah vaksin itu akan terlihat setelah diuji coba berkali-kali.  "Dan sebuah vaksin akan mencapai satu validitas yang sangat baik apabila sudah diuji klinis berbulan-bulan. Disuntikkan dulu ke tikus, atau binatang percobaan, diamati lagi, baru disuntikkan ke manusia," jelas Gus Nuril.  

Ia lantas memohon maaf kepada Jokowi atas pendapat yang disampaikan. "Mohon maaf bukan berarti saya tidak setuju dengan langkah-langkah keprihatinan yang diambil Mas Jokowi," katanya.  

Topik
Vaksinasi Covid 19penolakan vaksinasiGus NurilAnggota DPR RIanga covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru