juru bicara satgas penanganan covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Foto: Joko Pramono for JatimTIMES).
juru bicara satgas penanganan covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Foto: Joko Pramono for JatimTIMES).

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 mempengaruhi ekonomi masyarakat. Lantaran banyak warga yang ekonominya turun akibat pandemi covid-19 yang tak berkesudahan.

Namun sayangnya, ternyataa masih saja ada beberapa orang yang memanfaatkan pandemi ini untuk mencari keuntungan. Salah satunya dengan mematok biaya pemakaman hingga jutaan rupiah.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Kota Malang Masih Tinggi, Izin Safe House Diperpanjang

Seperti diceritakan oleh HR, warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru. HR menceritakan kurang lebih 10 hari lalu ada warganya yang meninggal karena Covid-19.

Lantaran takut memakamkan, ada salah satu warga yang menghubungi sebuah kelompok relawan swasta.

Namun bukannya membantu memakamkan, relawan ini malah meminta uang jutaan rupiah, dengan dalih biaya pemakaman.

“Minta 2,3 juta, itu belum termasuk biaya APD (alat pelindung diri) dan biaya penyemprotan,” ujar HR.

HR melanjutkan, relawan itu berdalih uang tersebut sebagai biaya administrasi. Lantaran dianggap tak membantu, warga akhirnya menghubungi PMI (palang merah Indonesia) untuk membantu pemakaman secara gratis.

HR menyesalkan sikap relawan swasta ini, yang mencari untung di tengah penderitaan masyarakat.

“Kalau kita ngomong relawan kan seharusnya enggak mematok biaya,” katanya.

Sudah menjadi kebiasaan di lingkunganya, saat ada warga yang meninggal, warga secara sukarela mengumpulkan uang untuk perlengkapan pemakaman.

Menanggapi kabar adanya relawan swasta yang meminta imbalan untuk pemakaman pasien Covid-19, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro menyesalkan hal itu.

Menurutnya seluruh akomodasi pemakaman pasien Covid-19 sudah dicukupi oleh Pemkab Tulungagung.

“Kami dari Satgas sudah menyiapkan, apabila ada pasien yang meninggal sampai ke makam,” katanya.

Baca Juga : Habib Rizieq Shihab Bongkar Dana FPI, Ada dari Osamah Bin Laden, Wiranto hingga Gus Dur?

Pasien positif covid-19 yang meninggal, akan langsung dikirimkan ke pemakaman desa setempat dengan keadaan dipeti.

Peti tersebut sudah disemprot dengan disinfektan. Sehingga aman untuk dilakukan pemakaman, asalkan tidak dibuka.

Jika masyarakat takut untuk memakamkan sendiri, maka bisa menghubungi relawan di tingkat, koordinator relawan kabupaten atau Satgas Penanganan Covid-19.

“Tidak ada (biaya),” jawabnya singkat.

Galih menyinggung sikap relawan yang mematok biaya dalam membantu masyarakat.

Menurutnya, relawan itu bekerja secara sukarela dan tidak mematok biaya.

“Kalau ada yang demikian janganlah, orang sudah susah jangan dibuat susah lagi,” katanya.

Jika ada relawan yang menarik biaya dalam pemakaman pasien, dirinya meminta masyarakat melaporkan ke Satgas Penanganan Covid-19.