Atasi Banjir, Pemkot Malang Minta Kucuran Dana Rp 128 Miliar Dari Provinsi Jatim

Jan 07, 2021 11:16
Wali Kota Malang Sutiaji (baju army) saat meninjau salah satu kawasan titik banjir di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (baju army) saat meninjau salah satu kawasan titik banjir di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Persoalan penanganan banjir menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang utama untuk dituntaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Pada awal tahun 2021 ini saja, dalam beberapa hari terakhir ini diwarnai dengan kondisi kawasan yang banjir. Sejumlah titik yang menjadi langganan, seperti di sepanjang kawasan Jl Sukarno Hatta memang menjadi prioritas utama untuk segera diselesaikan.

Baca Juga : Bupati Malang Sanusi Pilih Terapkan Pembatasan Skala Mikro Ketimbang PSBB

Meski, pembersihan drainase dan gorong-gorong di kawasan setempat telah dilakukan melalui normalisasi oleh tim Satgas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Pemerintah memandang harus ada sentuhan lain yang harus segera direalisasikan.

Dalam hal ini Pemkot Malang tengah mengajukan dana ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 128 Miliar untuk proses penanganan banjir.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan penyebab dari terus terjadinya banjir di Kota Malang tak lain karena banyaknya sumbatan sampah di drainase. Hal lainnya, bangunan yang menutup saluran air sehingga menghambat laju air.

"Kalau kasusnya ini kami sudah punya DED (Detail Enginerin Design) crossing, kita mintakan ke provinsi, karena ini jalan provinsi. Anggarannya cukup besar kurang lebih Rp 128 Miliar," katanya.

Menurut Sutiaji, pembenahan tersebut akan dilakukan di sepanjang Jl Sukarno Hatta. Mulai dari area patung pesawat hingga jembatan. Ia menyebut, jika permasalahan banjir di kawasan area tersebut terselesaikan, di wilayah lainnya seperti kawasan Borobudur, dan Kedawung akan terselesaikan.

"Ini untuk saluran air dari kapal (patung pesawat) sampai jembatan sudah kita ajukan. Dan dari provinsi sudah menjanjikan, karena ini milik provinsi. Kalau ini sudah dikerjakan maka Borobudur selesai, Kedawung selesai, wilayah sini (suhat) selesai semua kalau itu dilaksanakan," paparnya.

Baca Juga : Warga Kota Malang Wadul Dewan soal Penarikan Iuran Sampah saat Bayar Tagihan Air

Walaupun, hal itu memang diakuinya belum menjangkau wilayah lainnya di kawasan Bareng yang juga cukup sering menjadi langganan Banjir. "Di Bareng nanti akan ada simulasi insya allah dalam bulan ini akan diketahui sama-sama (penyebab banjirnya)," terangnya.

Disamping itu, Pemkot Malang akan menggencarkan kembali program Gerakan Ambil Sampah dan Sedimen (GASS). Pasalnya, banjir yang terjadi di Kota Malang yang disebabkan oleh sampah yang dibuang sembarangan serta adanya endapan sedimen tersebut harus terus menerus diselesaikan.

"Kami akan gencarkan lagi GASS ini setiap jumat. Saya kira dengan diterapkan kembali maka titik-titik banjir semakin hari akan berkurang," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru