Malangtimes

Wali Kota Malang Keliling ke Titik Banjir, Momok Penyebab Langsung Dibongkar

Jan 06, 2021 13:26
Tim Satgas DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan pembongkaran penyebab banjir di kawasan Jl Soekarno-Hatta, Rabu 6 Januari 2021. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Tim Satgas DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan pembongkaran penyebab banjir di kawasan Jl Soekarno-Hatta, Rabu 6 Januari 2021. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Banjir yang terus melanda Kota Malang ketika hujan deras  menjadi perhatian semua pihak. Wali Kota Malang Sutiaji pun menindaklanjuti dengan kembali meninjau beberapa kawasan yang menjadi langganan banjir.

Kawasan sepanjang Jl Soekarno-Hatta, misalnya. Sudah berkaki-kali kawasan tersebut menjadi langganan banjir. Meski sering dilakukan pembersihan terhadap saluran air di situ, banjir  tak kunjung mereda.

Baca Juga : Luncurkan e-Parking, Harapan Wali Kota Malang Pendapatan Parkir Meningkat

Dalam hal ini, lagi-lagi sumbatan sampah di saluran air menjadi penyebab utama banjit. Satgas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) langsung melakukan pembongkaran di area sekitar.

"PR kami masih tetap. Ini kami lihat satu-satu. Kenapa di titik sini? Sesungguhnya air yang melimpah sampai ke Kedawung itu juga dari sini (kawasan Soekarno-Hatta). Makannya saat ini kami lihat ternyata ada yang tidak fungsi (drainase). Ada kurang lebih 50 meter tertutup total, oleh sampah dan sedimen," ujar Sutiaji di sela-sela giat keliling ke titik-titik banjir di Kota Malang, hari ini (Rabu, 6/1/2021).

Dari pantauan MalangTIMES di lapangan, beberapa titik lokasi dilakukan pembongkaran langsung. Terutama bangunan yang menutup saluran drainaese.

Pembersihan dan pembongkaran yang memakan waktu juga menjadi pertimbangan tersendiri. Wali kota meminta nantinya Satgas DPUPRPKP ditambah untuk disebar di lima kecamatan di Kota Malang.

"Kami minta nantu satgas itu diperbanyak. Per kecamatam ada. Sekarang hanya satu satgas. Kasihan, keliling terus. Nanti per kecamatan ada dan setiap hari keliling, ya ngangkat sampah, sedimen. Karena kalau dilihat kesadaran masyarakat masih lama, perlu proses untuk membiasakan tidak buang sampah sembarangan, terus kotoran-kotoram dimasukkan ke drainase," ucapnya.

Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan bertopi) saat meninjau kawasan sungai. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Dalam hal ini,  Sutiaji juga terus mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan. Yakni dengan langkah sederhana tidak membuang sampah sembarangan. "Mohon maaf sekali lagi kepada masyarakat (karena kejadian (banjir lagi) dan kami mohon kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso mengungkapkan banjir yang terjadi kemarin (Selasa, 5/1/2021) di beberapa titik Kota Malang tersebut di luar prediksi. Namun, pihaknya tetap melakukan pembersihan secara bertahap terkait dengan kondisi banjir.

"Kemarin yang saya khawatirkan terjadi itu di area Bakso Damas, di Cak Per, kemudian Ringin Asri, depan Carefour malah aman. Yang meluap malah yang di Jalan Kedawung. Makanya ini kami bersihkan di Jl Kedawung ke selatannya, ya ada hambatan aliran lah di sana," ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau Jembatan Ambrol di Jabung, Bulan Maret-April Mulai Pengerjaan

Pria yang akrab disapa Sony ini menyebut, curah hujan lebat selama 2,5 jam nonstop kemarin cukup menjadi kewaspadaan. Meski, kapasitas dalam saluran diakuinya cukup memadai.

Karena itu, ia mengimbau kepada pengusaha ataupun masyarakat umum yang tengah mendirikan bangunan untuk tidak menutup saluran air. Sehingga, pembersihan sampah tetap bisa dijalankan oleh Satgas DPUPRPKP.

"Saluran kami jangan dicor lah. Biar gampang bersihkan. Kakau dicor kayak gini, ya dibuatkan mean hole setiap 10 meter biar kami bisa masuk bersih-bersih. Karena kalau dicor semuanya, kami nggak bisa masuk. Ada sedimen, kami harus bongkar-bongkar," pungkasnya.

Dalam peninjauan titik banjir kali ini, Sutiaji didampingi Sekda Kota Malang Wasto. Jajaran legislatif juga turut meninjau ke kawasan depan RSUB hingga ke Jl Letjen Sutoyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru