Malangtimes

Deretan Tokoh Kritik Aksi Blusukan Mensos Risma Rasa Walikota, PDIP Beri Pembelaan

Jan 06, 2021 08:47
Mensos Tri Rismaharini (Foto: Pikiran Rakyat)
Mensos Tri Rismaharini (Foto: Pikiran Rakyat)

MALANGTIMES - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma, kini tengah kembali menjadi sorotan.  

Pasalnya, ia kerap melakukan blusukan di Ibu Kota Jakarta usai resmi dilantik sebagai Mensos.  

Aksi Risma itu pun lantas menarik perhatian publik.  

Baca Juga : Pembatasan Sosial Berskala Mikro, Pemkab Malang Batasi Jam Operasional Pelaku Usaha

Terkait hal ini, beberapa tokoh rupanya justru mengkritik aksi Risma.  

Diketahui, Senin (4/1/2021) Risma melakukan blusukan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.  

Dalam aksinya, Risma bertemu dengan beberapa tuna wisma di pinggir jalan.  

Ia pun menawarkan tuna wisma itu untuk dicarikan tempat tinggal, bahkan menawarkan kepulangan tuna wisma ke daerah asalnya.  

Salah satu kritikan untuk Risma datang dari Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta.  

PAN memang menyambut baik aksi blusukan ini, namun ia menyinggung seolah Risma sebagai Mensos rasa wali kota.

"Bagus juga Mensos blusukan. Sampai membawa tunawisma ke penampungan. Mengajak pemulung tinggal di penampungan. Tapi kesannya Bu Risma, Mensos rasa Wali Kota Jakarta Pusat," kata anggota Fraksi PAN DPRD DKI Oman Rohman Rakinda.

Oman lantas mengatakan jika jabatan Mensos ini memiliki pekerjaan rumah yang banyak dari Jokowi.  

Sebut saja terkait bantuan sosial, sehingga menurutnya lebih baik Risma fokus menjalankan program itu.  

Sorotan lain datang dari Hersubeno Arief.  

Melalui channel YouTubenya, Hersubeno menyebut Risma sebagai Mensos rasa Wali Kota.  

“Ini namanya, Mensos rasa Wali Kota, karena Risma tidak bisa meninggalkan kebiasaannya menjadi Wali Kota Surabaya,” ujar Hersubeno Arief.  

Ia lantas menilai jika sepak terjang Risma memang sangat luar biasa, bahkan bisa mengalahkan Presiden Jokowi.

“Dari Wali Kota langsung menjadi Menteri, itu prestasi luar biasa. Dulu saja Presiden Jokowi dari Wali Kota naik jadi Gubernur dulu setelah itu Presiden,” katanya.

Lebih lanjut, kata Hersubeno, dipilihnya Risma ini merupakan salah satu strategi dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Seperti diketahui, gaya kepemimpinan Risma yang suka blusukan adalah gaya kepemimpinan yang sangat disenangi publik saat ini, oleh karena itu memilih Risma adalah pilihan tepat,” terangnya.

Tak ketinggalan, Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid juga turut menyoroti aksi blusukan Risma ini.  

Ia bahkan menyindir Risma terkait masih banyaknya masyarakat yang tinggal di kolong jembatan di Kota Surabaya.  

"Kalau beliau datang ke Jakarta kemudian datang ke kolong dan sebagainya, ternyata di Surabaya masih banyak sekali atau masih banyak yang begitu. Apakah beliau sedang kangen-kangenan dengan Surabaya sehingga di Jakarta ke kolong juga?," ujar HNW.

Di sisi lain, HNW juga merespon publik yang beranggapan Risma hanya melakukan pencitraan.  

"Itu reaksi publik. Beliau sudah lama di Surabaya juga tentu paham bahwa rakyat punya hak menyuarakan apa yang ada dalam pikiran mereka, karena rakyat juga membandingkan," ujarnya lagi.  

Anggota Komisi VIII DPR RI ini lantas meminta agar Risma fokus saja untuk mengurus masalah di Kemensos.

Baca Juga : Pengamat Sebut Ada 3 Menteri Lain yang Punya Rapor Merah, tapi Jokowi Tak Berani Reshuffle

Bahkan, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Mujiono menyebut jika aksi Risma ini merupakan gerakan politik.  

Mujiono melihat Risma tengah memetakan masalah sosial di daerah terdekat.  

Terlepas dari itu, Mujiono meminta agar Risma bisa berlaku adil.  

"Menurut saya dia harus fair. Disisi lain, ada daerah yang good looking di Jakarta, tapi ada wilayah lain di Jakarta Barat contohnya. Ada 445 RW kumuh dengan kategori kumuh berat, ringan, sedang dan seterusnya," ungkap Mujiono.

Lebih lanjut, Mujiono menilai jika aksi Risma ini termasuk lebay.

"Yang penting jangan lebay lah. Dikemas berlebihan norak jadinya, termasuk dilakukan bu Risma ini kategori berlebihan," tuturnya.

Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Fahri Hamzah, pun memberikan tanggapan soal ini.  

Fahri Hamzah mengingatkan Risma agar bisa membedakan menjadi Mensos dan Walikota.  

"Staf-nya bu Risma harus kasi tau beliau beda jadi walikota dan Menteri," kata Fahri dalam cuitan di akun twitter pribadinya @fahrihamzah.  

Fahri juga menyarankan Risma untuk bekerja membenahi sektor yang menjadi kewenangannya, di Kementerian Sosial.  

"Perbedaan tidak saja pada filosofi, skala, juga metode. Menteri Tidak dipilih tapi ditunjuk, kerja sektoral saja dan berlaku di seluruh negeri. Wali Kota dipilih, non sektoral tapi terbatas kota #MenSOS," lanjut Fahri.

Terkait kritikan tersebut, Risma mendapat pembelaan dari PDIP. 

Melalui Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, menilai jika aksi blusukan itu adalah karakter Risma yang memang kerap menemui masyarakat.

"Karakter kepemimpinan Bu Risma setiap kunjungan ke daerah itu turun dan menyapa rakyat khususnya mereka yang miskin, yang terpinggirkan, yang diperlakukan tidak adil," kata Hasto dalam keterangan tertulis.  

Ia mengklaim apa yang dilakukan Risma ini adalah cara untuk membangun harapan bahwa wong cilik dan rakyat tidak akan lagi merasa tertinggalkan karena hadirnya pemimpin yang menyatu dengan rakyat.

Selain itu, kata Hasto, aksi blusukan ini juga dilakukan Jokowi sewaktu menjabat Gubernur DKI Jakarta.  

"Sehingga ini harus menjadi bagian kultur kepemimpinan nasional kita, seorang pemimpin yang menyatu dengan rakyat," ucap Hasto.

Menurut Hasto, Risma melakukan blusukan tak hanya di Jakarta tapi juga di daerah lain. Akhir tahun lalu, Risma sempat berkunjung ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk bertemu penyandang disabilitas.

"Apa yang dilakukan Bu Risma justru menunjukkan beginilah sosok pemimpin yang terus bergerak dan berdedikasi bagi kepentingan rakyat itu, karena rakyat sebagai sumber legitimasi dan legalitas dari kepemimpinan itu," kata Hasto.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru