Penampakan aplikasi Get Learn buatan tim GabutParah UIN Malang. (Foto: istimewa)
Penampakan aplikasi Get Learn buatan tim GabutParah UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Mereka menamakan diri sebagai Tim GabutParah. Namun demikian, kegabutan mereka nampaknya tak sia-sia. 

Tim yang terdiri atas 4 mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) ini meraih penghargaan tingkat nasional. 4 mahasiswa tersebut adalah Afrizal, Fadillah(Andre), Zaim, dan Bintang.

Baca Juga : Tim Fotokatalis UIN Malang Berprestasi dari Inovasi Kurangi Limbah Zat Warna

Mereka melahirkan inovasi kreatif dan keren untuk membantu pembelajaran di masa pandemi menjadi lebih asyik. Inovasi itu bernama Aplikasi Getlearn.

Salah satu anggota tim GabutParah, Bintang Miftaqul Huda menyampaikan, mereka mencari urgensi masalah dengan melakukan survei via Google Form dan pengamatan di lingkungan sekitar. 

Dari survei itu mereka mendapatkan respon dari teman-teman di kalangan pelajar mengenai masalah pembelajaran di masa pandemi ini.

"Berdasarkan survei tersebut, tim GabutParah menemukan suatu solusi sebagai peluang bisnis berupa aplikasi Getlearn," katanya.

Dijelaskan Afrizal, Aplikasi Getlearn bertujuan untuk memudahkan para pelajar pada tingkat SD, SMP, dan SMA dalam proses pembelajaran di era pandemi saat ini.

Aplikasi yang berbasis mobile ini mempunyai beberapa fitur. Pertama, fitur getWifi untuk mendapatkan akun wifi id gratis dan mencari spot-spot dari Wifi ld. Kedua, fitur getFriends untuk mencari teman belajar serta forum diskusi. Ketiga, fitur getMentor untuk mencari mentor belajar atau "private mentor".

"Selain tiga fitur utama, terdapat fitur lain seperti poin dan rating. Poin didapatkan pelajar ketika berhasil menjawab pertanyaan dengan benar dan mendapatkan jumlah like terbanyak pada fitur getFriends. Poin nantinya dapat ditukarkan dengan voucher getMentor atau merchandise," bebernya.

Ditambahkan Zaim, untuk fitur rating berguna untuk mengetahui seberapa bagus seorang mentor dalam mentoring. Rating ini diberikan pelajar sebagai penilaian terhadap mentor setelah melakukan mentoring.

Baca Juga : UGM Buat Alat Deteksi Covid-19 Jauh Lebih Murah dan Cepat Lewat Embusan Napas

 

Berdasarkan inovasi ini, Afrizal dan 3 temannya berpartisipasi dalam cabang lomba Bisnis Model pada 4C Virtuality National Competition yang diadakan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya secara Virtual.

Tim GabutParah membutuhkan waktu sekitar 14 hari untuk membuat proposal serta rancangan ide bisnis tersebut sampai ke pengumpulan tahap penyisihan pada tanggal 12 Desember 2020.

Setelah tim GabutParah dinyatakan lolos ke babak final pada tanggal 24 Desember 2020, mereka mempersiapkan bahan untuk presentasi di final yang diadakan pada tanggal 26 Desember 2020.

"Cukup banyak hambatan yang kami hadapi dalam perlombaan ini, sampai pada akhirnya tim kami berhasil meraih juara 2 tingkat nasional, sehingga bisa mengharumkan nama kampus kami," pungkas Fadillah.