Jokowi Sebut Gratis, Kota Malang Tetap Siapkan Rp 200 Miliar untuk Vaksin Covid

Dec 29, 2020 11:14
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Shutterstock/Blue Planet Studio).
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Shutterstock/Blue Planet Studio).

MALANGTIMES - Proses vaksinasi bagi warga Indonesia untuk pencegahan virus covid-19 tampaknya akan segera terealisasi. Di Jawa Timur, kabarnya vaksin mulai didatangkan  pekan awal Januari 2021 mendatang.

Artinya, setiap daerah di Jawa Timur juga akan segera menerima pendistribusian vaksin covid-19 tersebut. Namun, untuk tahap awal, skema pemberian vaksin akan dilakukan kepada golongan prioritas.

Baca Juga : Warga Kota Malang Diminta Waspada Jenis Baru Virus Covid-19

"Kita sudah adakan pelatihan dua bulan terakhir untuk vaksinator. Masing-masing kami ambil dua tenaga kesehatan (nakes), yakni satu bidan dan satu dokter, dari setiap puskesmas yang ada di Kota Malang," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni.

Artinya, dari total 16 puskesmas di Kota Malang, maka sudah siap 32 vaksinator untuk melaksanakan tugas pemberian vaksin kepada warga Kota Malang. Nantinya, penempatan vaksinasi akan dilaksanakan di setiap puskesmas untuk memudahkan tempat tugas para nakes.

Saat ini, dari pendataan yang dilakukan Dinkes Kota Malang, sebanyak 1.034 nakes menjadi golongan prioritas penerima vaksin. Hanya, hal itu berlangsung secara bertahap, disesuaikan dengan juknis (petunjuk teknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kami belum dapat juknisnya. Yang pasti kMi sudah siapkan data penerima prioritasnya. Sehingga, ketika juknisnya sudah ada, nanti langsung disesuaikan," imbuh Sri Winarni.

Tak hanya nakes. Prioritas berikutnya yang akan menjadi penerima tahap awal vaksin yakni pekerja pelayanan publik, seperti ASN, TNI, Polri, dan penegak hukum pelayanan publik lainnya.

Di sisi lain, walau Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan vaksin covid-19 gratis, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah menyiapkan skema anggaran khusus untuk terpenuhinya vaksin covid-19 bagi seluruh warga Kota Malang. Salah satunya menyiapkan anggaran untuk vaksin gratiis senilai Rp 200 miliar dari anggaran belanja tidak terduga (BTT). "Untuk penganggarannya nanti akan kami lakukan melalui BTT," ucap Sri Winarni.

Lebih jauh, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menambahkan, terkait BTT untuk penanganan covid-19 sifatnya masih dalam bentuk persiapan. Hal itu dilakukan mengingat juknis penerimaan vaksin dan anggaran yang dibutuhkan belum juga ada kepastian.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Khofifah Tambah 18 RS Rujukan Baru dan RS Darurat

Terkait apakah vaksin didanai APBN atau masing-masing daerah,  Made mengatakan akan diambilkan dari BTT jika dibiayai APBD.

"Karena memang kami sampai sekarang di daerah belum juga mendapat petunjuk teknis soal itu (vaksin gratis dari pusat). Maka kami buat skemanya. Pertama skema dari APBN, kami akan siapkan untuk dukungan tenaga dan lainnya. Tapi jika nanti diminta bantuan dari APBD itu, nah kami siapkan dari BTT," ungkapya.

Skema anggaran Rp 200 miliar tersebut, menurut Made, telah diperhitungkan. Asumsinya, harga satu vaksin Rp 100 ribu per orang. Maka setidaknya 200 ribu jiwa nantinya bisa mendapatkan vaksin gratis dari APBD yang digunakan.

BTT tersebut telah disepakati untuk difokuskan pada pemberian vaksin warga Kota Malang. Yakni kepada ASN, TNI/Polri hingga nantinya guru dan anak-anak sekolah, pelajar hingga mahasiswa.

"Karena kMi (legislatif dan eksekutif) sepakat pemulihan ekonomi di 2021 tidak akan bisa bagus kalau masyarakatnya ndak sehat. Pemulihan ekonomi itu akan maksimal jika sekolah sampai kampus kembali bisa berjalan. Mahasiswa datang, maka lingkungan pendidikan juga kami prioritaskan," pungkasnya.

Topik
vaksin covid kota malangCovid Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru