MALANGTIMES - Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan beredarnya sebuah video parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Diduga lagu Indonesia Raya tersebut telah diparodikan oleh warga dari negara tetangga, Malaysia.
Video itu pun lantas beredar di media sosial dan menjadi viral. Dalam video berdurasi 1.31 menit , terdengar lirik lagu Indonesia Raya yang diubah dengan lirik kata-kata provokatif.
Baca Juga : 3 Hari Mendatang, Kota Batu Bakal Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat
Bahkan, lambang Garuda Pancasila pun diubah menjadi ayam. Selain itu, kalimat Bhinneka Tunggal Ika ditulis secara terbalik.
Di bawah lambang Burung Garuda yang diubah menjadi ayam itu, juga terdapat berbagai kalimat yang provokatif.
Terkait hal ini, Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta memberikan perhatian khusus atas video pelecehan Lagu Indonesia yang diunggah oleh pihak yang mengaku berasal dari Malaysia.
Melalui laman media sosial Kedubes Malaysia di Jakarta, otoritas Malaysia kini sedang melakukan investigasi atas persoalan yang bisa mengganggu hubungan baik kedua negara itu.
"Jika benar bahwa konten tersebut diunggah oleh warga Malaysia , maka langkah tegas akan diambil oleh Pemerintah Malaysia sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," bunyi sikap resmi Kedubes Malaysia.
Lebih lanjut, Pemerintah Malaysia memberi kecaman keras segala bentuk provokasi negatif dengan niat untuk memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.
Baca Juga : Hilangkan Kesan Negatif, Perayaan Natal Jadi Momen Edukasi Masyarakat Wilayah Timur
“Kerajaan Malaysia mengutuk keras sebarang perlakuan buruk dan provokasi negatif yang berniat untuk menjelaskan hubungan dua hala yang akrab di antara Malaysia dan Indonesia,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya diketahui, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah melaporkan unggahan video oleh akun YouTube My Asean.
Disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah, pelaporan tersebut dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. "KBRI melaporkan ke pihak Kepolisian Malaysia kemarin dan sedang ditelusuri PDRM," ungkap Teuku.
