Atasi Macet, Kota Malang Perlu Ring Road

Dec 27, 2020 11:06
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji. (Foto:Istimewa).
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji. (Foto:Istimewa).

MALANGTIMES - Persoalan kemacetan di Kota Malang hingga kini masih menjadi sorotan banyak pihak. Meski, tak dapat dipungkiri upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengurai macet juga terus dilakukan.

Pengentasan persoalan kemacetan ini agaknya menjadi salah satu yang perlu diprioritaskan. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji. Pasalnya, berdasarkan riset pada tahun 2017 lalu, Kota Malang menjadi kota termacet ketiga setelah Jakarta dan Bandung.

Baca Juga : Peringati HUT ke-75, KAI Beri Diskon 25 Persen dan Ratusan Voucher

"Dengan luas wilayah yang termasuk kecil dibanding dua kota tersebut (Jakarta dan Bandung),  menjadi sesuatu yang urgent untuk mengatasi masalah kemacetan ini," ungkapnya.

Meski, upaya mengurai macet oleh Pemkot Malang dengan dibangunnya salah satu mega proyek Jembatan Kedungkandang, memang dianggap sudah bagus. Hanya, saja hal tersebut dinilai belum optimal untuk mengurai kemacetan di seluruh wilayah Kota Malang.

"Alhamdulillah, akhir tahun ini salah satu upaya yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang adalah jadinya Jembatan Kedungkandang, yang bisa sedikit menguraikan titik kemacetan di sana. Tapi saya menganggap itu tidak akan optimal untuk mengurai kemacetan secara keseluruhan di Kota Malang," imbuhnya.

Belum lagi, menurut Bayu kondisi beberapa ruas jalan yang terkadang harus dilakukan penutupan ketika ada gelaran event. Pada akhirnya, kemacetan tetap terjadi dan seakan menjadi momok tak berkesudahan di tengah masyarakat. "Semisal ada acara karnaval , car free day atau seperti pembangunan proyek Kayutangan Heritage kemarin, kemacetan terjadi, momok menakutkan bagi warga Kota Malang," katanya.

Terlebih, Kota Malang sebagai kota jalur perjalanan menuju wilayah lainnya. Seperti dari Blitar, Lumajang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Kota Batu, Jombang dan Surabaya. Hal ini, dianggap Bayu akan menambah volume kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Malang.

"Otomatis kendaraan-kendaraan luar kota pasti masuk ke wilayah Kota Malang yang akan menambah volume kendaraan di jalan raya," paparnya.

Baca Juga : Update Pembangunan Jembatan Kedungkandang, Sudah Capai 30 Persen dan Oktober Dilalui R2

Karenanya, politisi PKS Kota Malang ini mendorong adanya upaya lain dari Pemkot Malang untuk mengatasi persoalan kemacetan tersebut. Salah satunya, dengan pembangunan Ring Road.

Yang mana, cara ini dinilai efektif mengurai kemacetan di beberapa kota besar seperti Yogyakarta dan Surabaya. "Salah satu pemecah atau solusi kemacetan yang parah di Kota Malang adalah pembangunan ring road. Di kota-kota besar ini terbukti berhasil mengurangi angka kemacetan," tegasnya.

Meski begitu, kata Bayu, penerapan untuk pembangunan Ring Road tersebut tak bisa jika hanya dilakukan oleh Pemkot Malang. Sebagai bagian dari Malang Rata, maka perlu ada keterlibatan pembangunan jalur tersebut untuk dilakukan di semua wilayah baik di Kota Batu dan Kabupaten Malang.

"Perlu duduk bersama 3 kepala daerah (Pemkot Malang, Pemkot Batu, dan Pemkab Malang) untuk bisa mewujudkan Ring Road ini . Dan keyakinan saya Ring Road ini juga bisa meningkatkan perekonomian daerah pinggiran yang dilewatinya, berbeda dengan jalan tol saat ini," pungkasnya.

Topik
Fraksi PKSmalang macet

Berita Lainnya

Berita

Terbaru