Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso
Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso

MALANGTIMES - Pembangunan Jembatan Kedungkandang sudah menyentuh progres hingga 30 persen. Pembangunan jembatan itu pun diperkirakan selesai pada Desember mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso menjelaskan, pembangunan terus dilakukan menggunakan protokol kesehatan. Semua fondasi jembatan pun sudah selesai dipasang.

Baca Juga : Masih Tahap Proses Pengerjaan, JLS Malang-Blitar Ditargetkan Selesai Tahun 2022

 

Pria yang akrab disapa Sony itu menyampaikan, beberapa bangunan pilar ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Termasuk pemasangan balok girder yang ditarget selesai terpasang pada akhir September ini. Selanjutnya penyelesaian massa bangunan bisa diselesaikan selama November.

"Mudah-mudahan tahun baru sudah bisa dilewati dan Oktober mungkin sudah bisa dilewati roda dua. Kalau sekarang memang masih belum karena ada proses pembangunan," kata dia.

Sony berharap agar masyarakat sedikit bersabar. Sebab, jalur alternatif juga telah disiapkan untuk mengurai kemacetan. Pengguna jalan dapat melalui beberapa jalur alternatif yang sebelumnya telah dibenahi.

Lebih jauh Sony memaparkan, desain Jembatan Kedungkandang tak jauh berbeda dengan detail engineering design (DED) yang dibuat sebelumnya. Jembatan bangunan akan membentang sepanjang 320 meter dengan lebar 14 meter.

"Jembatan yang ada sekarang akan tetap digunakan untuk u-turn, dan akan ada trotoar di kanan dan kiri jalan," imbuhnya.

Baca Juga : Macet Masih Melanda, Dewan Tagih Rencana Parkir Vertikal

 

Sony juga menyampaikan, sebelumnya dilakukan upaya penambahan beberapa konstruksi. Hal itu sudah dibahas terlebih dulu dengan tim ahli teknis Universitas Brawijaya (UB). Terutama untuk mengukur kondisi tanah dan fondasi awal jembatan. Hasilnya memang perlu ada penguatan di beberapa sisi.

Jembatan Kedungkandang, menurut Sony, menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk kepentingan ekonomi masyarakat Malang Raya. Terlebih setelah dioperasikannya exit Madyopuro Tol Malang-Pandaan (Mapan). Sehingga, memang dibutuhkan jalur khusus untuk mengurai kemacetan. "Jembatan Kedungkandang ini menjadi komitmen pemerintah dengan dioperasikannya exit Madyopuro Tol Mapan," pungkasnya.