Vaksin Covid Disebut Pakai Sel Janin Aborsi, PDM Kota Malang Menyatakan tidak Mudah Menggunakananya

Dec 24, 2020 19:51
Ilustrasi vaksin Covid-19 (istimewa)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (istimewa)

MALANGTIMES - Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang angkat bicara terkait keberadaan vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang disebut menggunakan lini sel yang diambil dari jaringan janin hasil aborsi puluhan tahun lalu. Mendatangkan dan mengedarkan vaksin tidaklah mudah. Tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tapi juga terkait kehalalannya.

Ketua PDM Kota Malang, Abdul Haris mengatakan bahwa saat ini untuk mendatangkan vaksin tidak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang. "Vaksin itu kan tidak semudah yang digemborkan selama ini, dan semua ini kan belum jelas," kata Abdul Haris.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Kota Batu Tembus Seribu, Ini Panduan bagi Wisatawan

Untuk kehalalan sendiri, Abdul Haris mengatakan bahwa jika vaksin sudah tiba di Indonesia, nantinya akan lebih dulu mendapatkan penelitian baik ilmiah maupun syari'ah.

"Nanti akan diteliti dulu, apakah vaksin itu dari sisi kesehatan memenuhi persyaratan, apakah dari sisi syariah apakah juga memenuhi persyaratan juga. Nanti akan ada BPOM, itu kan melibatkan MUI. Kalau BPOM dan MUI sudah memberikan izin berarti kan sudah diseleksi," papar Abdul Haris.

Di sisi lain, Abdul Haris juga sempat menanyakan kepada sejumlah dokter terkait vaksin yang rencananya akan didatangkan ke Indonesia. "Saat ini belum ada, saya juga sempat tanya ke dokter itu katanya juga belum ada vaksin yang sudah direkomendasikan," ujar Abdul Haris.

"Termasuk yang dari China itu kan juga belum dilegalkan, karena BPOM juga belum mengeluarkan izinnya," imbuhnya. .

Sementara itu, sebagaimana dilansir dari BBC, Kongregasi Doktrin Iman Vatikan menyebut jika tidak ada alternatif lain, vaksin semacam itu 'dapat digunakan dengan hati nurani yang baik'.

Baca Juga : Masuk Kota Malang, Wisatawan Bisa Pilih Rapid Antigen atau Rapid Antibodi

Dalam beberapa bulan terakhir, Kongregasi telah menerima beberapa permintaan panduan terkait penggunaan vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yang dalam proses penelitian dan produksi menggunakan lini sel yang diambil dari jaringan yang diperoleh dari janin hasil aborsi yang terjadi puluhan tahun lalu.

Namun Vatikan menegaskan diperbolehkannya penggunaan vaksin yang dikembangkan dari jaringan sel janin yang diaborsi tidak serta merta melegitimasi praktik aborsi.

"Semua vaksinasi yang diakui aman dan efektif secara klinis dapat digunakan dengan hati nurani yang baik," tulis Kongregasi Doktrin Iman Vatikan dalam sebuah pernyataan.

Topik
Berita MalangVaksin Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru