Masuk Kota Malang, Wisatawan Bisa Pilih Rapid Antigen atau Rapid Antibodi

Dec 22, 2020 16:39
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Tamu dan wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Malang diberi dua pilihan syarat utama. Yakni, wajib membawa atau memberitahukan hasil rapid test antigen atau rapid test antibodi.

Hal itu ditegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Surat Edaran (SE) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan Perjalanan Wisatawan atau Pendatang dari Luar Kota yang Menginap di Hotel, Guest House, Apartemen, Tempat Penginapan dan Tempat Usaha Sejenisnya, serta Pengunjung Tempat Wisata yang ditandangani Wali Kota Malang Sutiaji.

Baca Juga : Perayaan Nataru, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Sediakan 3.600 Rapid Test Antigen

"Kami buat dua pilihan ya. Kewajinan orang yang datang ke sini harus pakai rapid test. Pilihan itu antara rapid test antigen atau rapid test antibodi," ujar Sutiaji, Selasa (22/12/2020).

Dalam SE tersebut dijelaskan, aturan untuk diterapkan bagi tamu yang menginap di perhotelan dengan ketentuan dikembalikan kepada pengelola hotel itu sendiri.

Menurut Sutiaji, jika pihak pengelola ada kekhawatiran berlebih, maka diperbolehkan mewajibkan melampirkan rapid test antigen. Tetapi jika dinilai masih cukup aman, maka diperbolehkan hanya melampirkan syarat rapid test antibodi.

"Mereka-mereka yang takut seperti hotel khawatir terpapar dan sebagainya, maka pakai rapid antigen dibolehkan. Tapi, ketika dia tidak rapid antigen, pakai rapid antibodi diperbolehkan," imbuhnya.

Kebijakan tersebut dipilih untuk diberlakukan menyusul adanya kesepakatan tiga kepala daerah di Malang Raya. Yaitu Pemkot Malang, Pemkot Batu dan Pemkab Malang. Ketiga pemerintah daerah itu menghendaki adanya persyaratan rapid test bagi wisatawan yang masuk.

Hanya, Kota Malang memberikan dua pilihan untuk rapid yang bisa digunakan, yakni rapid test antigen dan rapid test antibodi.

"Kenapa itu diperbolehkan? Karena tiga daerah sepakat. Kota Batu, Kabupaten Malang dan kami itu pakai rapid test. Dari Provinsi Jawa Timur lebih ketat lagi. Apa artinya Kota Malang pakai antigen tapi yang lain tidak. Jadi, kami beri pilihan antigen atau antibodi," terangnya.

Baca Juga : Mulai Besok, Penumpang Kereta Api Harus Tunjukkan Rapid Test Antigen

Lebih jauh, mempertegas pengetatan akses bagi wisatawan, maka pengecekan rapid test akan dilaksanakan di area check in atau pada saat memasuki kawasan wisata.

Apabila ditemui wisatawan yang tidak membawa hasil rapid test antigen atau rapid test antibodi, maka pihak hotel wajib melakukan penolakan dan tidak menerima wisatawan yang akan menginap atau mengunjungi tempat wisata. "Dan silakan menyarankan pengunjung untuk melaksanakan rapid test antibodi atau rapid test antigen di layanan kesehatan terdekat," tandas wali kota.

Dalam hal ini, pelaku usaha juga diwajibkan untuk mendokumentasikan dan mengarsipkan hasil rapid test pengunjung. Kemudian memberikan laporan akan wisatawan atau pendatang dari luar kota yang menginap atau mengunjungi area wisata kepada wali kota.

 

Topik
Rapid AntigenRapid AntibodiWisatawanKota MalangRapid Test

Berita Lainnya

Berita

Terbaru