Dikubur Dalam Aliran Sungai, Jasad Keturunan Nabi Daud Utuh Ratusan Tahun

Dec 15, 2020 07:52
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Selain Nabi Muhammad SAW, Islam menjelaskan jika ada 25 nabi yang wajib diketahui. Namun terlepas dari itu, ada beberapa kisah mengenai Nabi yang diutus Allah SWT dan sepatutnya memberikan pelajaran tersendiri. Salah satunya adalah kisah dari Nabi Daniel.

Dilansir dari channel YouTube Islam Populer, disebutkan jika selain 25 Nabi yang wajib diketahui umat muslim, ada satu sosok nabi yang memang belum banyak diketahui. Dia adalah Nabi Daniel, keturunan Nabi Daud yang tinggal di Mesir dan dikenal sebagai Nabinya Bani Israel.

Baca Juga : Benarkah Rasulullah SAW Mengetahui Hal Gaib? Surat Ini Jadi Kuncinya

Nabi Daniel hidup di masa pembuangan Bani Israel, dari Kerajaan Yahuda Kuno ke Babilonia. Dikisahkan, jika pada saat tahun ke tiga kepemimpinan Raja Yahuda, datang Nebukadnezer yang merupakan Raja Kerajaan Babilonia. Dia datang ke Yahuda Kuno untuk melakukan pengepungan.

Nebukadnezer dikenal sebagai raja yang sangat kejam. Dia pun membantai seluruh laki-laki di Bani Israel dan memisahkan anak-anak dari orangtuanya. Anak-anak dengan keistimewaan disiapkan untuk mengabdi kepada sang raja.

Suatu hari, Nebukadnezer bermimpi melihat sebuah patung besar. Kepalanya terbuat dari emas, lengannya dari peak, tubuh terbuat dari tembaga, dan kaki berasal dari besi. Namun patung besar itu hancur hanya dengan lemparan batu kecil saja.

Nebukadnezer pun sangat penasaran dengan arti mimpinya, dan dia mendatangi seorang dukun. Namun tak satupun seorang peramal di negerinya yang mampu mengetahui itu. Hingga akhirnya ada seorang pemuda yang tinggal dalam satu penjara dengan Nabi Daniel mengabarkan kepada Nebukadnezer bahwa Nabi Daniel mampu menafsirkan mimpi.

Singkat cerita, Nabi Daniel pun dipanggil oleh Nebukadnezer untuk menafsirkan mimpi sang raja. Maka Nabi mengabarkan jika mimpinya bermakna kekuasaan yang akan silih berganti. Kepala emas bermakna Babilonia, yang kemudian digantikan Kerajaan Persia yang ditandai dengan perak. Lalu Yunani yang menggantikan kekuasaan dengan lambang tembaga, dan kekaisaran Romawi sebagai besi. Namun seluruh kekuasaan itu akan hancur.

Melihat kepiawaian Nabi Daniel, maka Nebukadnezer membebaskan Nabi Daniel dari penjara dan menjadikannya sebagai konsultan kerajaan. Kedekatan Nabi Daniel dan Nebukadnezer tersebut membuat petinggi Mahjussi geram dan merencanakan agenda pemakaran. Disusunlah rencana untuk menjatuhkan Nabi Daniel, namun tak ada sedikitpun celah yang ditemukan dari Nabi Daniel.

Hingga akhirnya, diketahui jika Nabi Danile merupakan umat yang taat kepada Allah SWT. Hal itu jauh berbeda dengan kondisi yang ada di perkotaan saat itu. Maka para petinggi Mahjussi mempengaruhi sang raja lantaran Nabi Daniel dinilai tak menghormati dewa-dewa yang disembah oleh mereka.

Baca Juga : Terbelahnya Bulan Menjadi Dua, Mukjizat Rasulullah SAW yang Terbukti Secara Ilmiah

Sang raja yang geram meminta untuk menggali sebuah gua dan memasukkan Nabi Daniel di dalamnya bersama kawanan singa yang kelaparan sebagai bentuk hukuman. Namun atas kuasa Allah SWT, Nabi Daniel tetap dalam kondisi sehat hingga akhirnya berhasil keluar dari lubang gua yang dibuat kerajaan. Kemudian Nabi Daniel menuju daerah Hormudzan dan berdakwah di kawasan tersebut hingga meninggal dunia.

Ketika wafat, jasad Nabi Daniel ditemukan oleh sahabat Abu Musa saat sedang berjihad melawan bangsa Tartar di Hormudzan. Penduduk Hormudzan menjelaskan jika jasad tersebut telah tiada 300 tahun lalu, dan tetap utuh sampai ditemukan saat itu.

Abu Musa kemudian mengirimkan surat kepada Umar bin Khattab yang ketika itu merupakan Khalifah yang sedang memimpin. Abu Bakar pun menjelaskan jika itu jasad Nabi Daniel dan memerintahkan untuk menguburkannya di tempat tersembunyi.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, "Tatkala mereka (Abu Musa Al-Asyari) menaklukkan Tustur, mereka menemukan jasad seorang yang hidungnya panjang. Penduduk Hormudzan beristi'anah (meminta bantuan) dan meminta hujan dengan perantara jasad tersebut. Abu Musa segera mengirim surat kepada Umar bin Khattab. Lalu Umar bin Khattab menjawab, 'Sesungguhnya ini (jasad tersebut) adalah nabi diantara nabi. Api tidak akan membakar jasad para nabi, dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang seorangpun mengetahuinya kecuali kalian berdua'. Kemudian aku dan Abu Musa pergi untuk menguburnya,".

Abu Bakar pun memerintahkan untuk menggali 13 lubang kuburan di sebuah sungai yang sebelumnya telah dibendung. Lalu jasad Nabi Daniel dikuburkan di salah satu liang lahat tersebut dan air sungai pun kembali dialirkan. Sehingga, tak ada yang mengetahui di mana letak kuburan dari Nabi Daniel tersebut. Langkah itu diambil untuk menghindari kesyirikan yang sangat tidak dibenarkan dalam ajaran Allah SWT.

Topik
kisah nabi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru