Fenomena Pemain Muda Semakin Laku di Pasar Sepak Bola Nasional karena Ini

Dec 13, 2020 17:31
Titan Agung (kiri) saat merayakan gol bersama M. Rafli (Instagram Titan Agung)
Titan Agung (kiri) saat merayakan gol bersama M. Rafli (Instagram Titan Agung)

MALANGTIMES - Indonesia pada tahun 2021 terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Secara otomatis, Indonesia juga harus menyiapkan pemain-pemain muda yang nantinya bisa menggantikan para pemain Timnas U-19 yang akan bermain di Piala Dunia.

Saat ini, Timnas U-16 sedang dinahkodai oleh pelatih Bima Sakti Tukiman yang nantinya juga diproyeksikan bisa menyusul kakak tingkatnya di Timnas U-19 untuk bermain di Piala Dunia U-20 2023.

Baca Juga : Jendela Transfer Dibuka, Arema Khawatir Rugi Jika Pemain Asingnya Pergi

Untuk membantu Timnas Indonesia dalam mencari bibit muda, salah satu tim peserta Liga 1 2020 Arema FC juga sudah mempersiapkan pemainnya mulai dari tingkat Akademi Arema.

Di sana, banyak pemain yang mulai digodok untuk menggantikan pemain senior yang bermain di Liga 1.

Bahkan saat ini, Arema FC merupakan salah satu tim yang memiliki kedalaman skuat dengan rata-rata umur mulai 21 sampai maksimal 30 tahun. Jika di rata-rata, tim Singo Edan ini merupakan klub yang memiliki pemain berusia 25 tahun.

Dari 27 pemain di tim utama yang didaftarkan, 8 di antaranya merupakan pemain dengan usia 21 tahun kebawah. Mereka antara lain adalah M. Rafli, Nurdiansyah, Feby Eka, Aji Saka, Vikrian Akbar, Andreas Francisco, Titan Agung dan Seiya Da Costa.

Tiga nama pertama di atas merupakan pemain berlabel profesional, sementara lima sisanya adalah pemain akademi yang naik kelas. 

Lalu, ada 9 pemain yang berusia di bawah 25 tahun dan 10 sisanya berusia di antara rentang 26 sampai 30 tahun.

Yang menarik, pemain paling senior di Arema hanya berusia 30 tahun, yakni Hendro Siswanto, Dendi Santoso dan Johan Farizi. 

Manager umum Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan sejak awal musim ini mengusung konsep young gun power alias kekuatan pemain-pemain muda.

Oleh sebab itu, tim Singo Edan memilih untuk menaikkan kelas cukup banyak pemain dari Akademi Arema. Dan rata-rata saat ini kualitas mereka sudah mumpuni jika dipadukan dengan pemain senior.

Baca Juga : Banyak Pemain Indonesia Diminati Klub Luar Negeri, Arema FC Angkat Bicara

Jika memang dirasa kurang, Arema FC memilih untuk merekrut pemain pinjaman dengan label pemain promosi akademi dari klub lain.

"Karena memang tujuannya demikian, maka dari itu jika ada penambahan akan diambil dari akademi," terang Ruddy Widodo.

Manager asal Madiun ini mengaku bahwa di era saat ini tim pelatih sudah harus bisa memadukan pemain senior dan junior. Karena, jika terlalu terpaku dengan metode lama yakni menggunakan pemain senior untuk berlaga di pentas kompetisi sepak bola, tentunya akan berdampak pada seringnya pemain absen karena cedera. 

"Bukannya sombong atau apa, saya melihat chemistry antara pemain lokal ini memang kompak," imbuhnya.

Namun, ketidakjelasan kompetisi Liga 1 2020 membuat manajemen Singo Edan melakukan perampingan di skuatnya. Dari tiga pemain pinjaman, kini hanya menyisakan Feby Eka saja yang dipertahankan.

Dengan kata lain, perampingan tersebut juga memiliki dampak positif bagi pemain muda asli binaan Arema FC yang memiliki kesempatan untuk meraih tempat di skuat utama. Terlebih dengan pelatih asing, tentu tidak akan membedakan antara pemain muda dan senior. 

"Toh saya melihat enam pemain dari akademi sangat bagus sekali. Ya mudah-mudahan bisa menyusul Titan yang muda-muda itu. Saya kalau lokal tidak worry," tandasnya.
 

Topik
Pemain Muda Arema FC

Berita Lainnya

Berita

Terbaru