Peran Parpol Minim di Pilkada Kabupaten Malang 2020, Pengamat UB: Figur Lebih Dominan

Dec 13, 2020 10:49
Pengamat politik sekaligus akademisi FISIP Universitas Brawijaya, Wawan Sobari. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Pengamat politik sekaligus akademisi FISIP Universitas Brawijaya, Wawan Sobari. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Peran partai politik (parpol) dalam mendulang suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 dinilai minim. Pasalnya, pengamat menilai bahwa para pemilih atau masyarakat lebih melihat sosok calon dibanding latar belakang politiknya.

Salah satu pengamat politik yang sekaligus akademisi di Universitas Brawijaya, Wawan Sobari mengungkapkan bahwa banyaknya parpol pendukung tidak otomatis menjadi faktor penentu kemenangan dalam perebutan kursi N1 Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Rekap Sementara KPU di 2.769 TPS, Paslon SanDi Masih Unggul 45,2 Persen

Menurutnya, hal tersebut tampak dalam persentase perolehan suara sementara dari masing Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub), maupun Heri Cahyono-Gunadi Handoko (HC-GH).

Wawan mengatakan bahwa kekuatan figur sangat dominan dan dapat menyaingi kekuatan banyaknya jumlah partai politik pengusung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang. 

Hal itu terbukti dalam angka persentase sementara yang menunjukkan bahwa Paslon SanDi mendapatkan angka sebesar 45 persen, sedangkan Paslon LaDub menunjukkan angka 42,8 persen. Hasil tersebut salah satu bukti kekuatan figur yang masih dominan. 

"Di satu sisi figur itu mendorong penguatan suaranya LaDub. Disisi lain 45 persen itu menunjukkan figur dominan, bahwa parpol tidak dominan dalam mengarahkan atau menuntun suara pemilih," ujar pria yang juga sebagai Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya ini. 

Diketahui bahwa Paslon SanDi untuk melenggang menjadi kontestan dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 diusung oleh kekuatan enam partai politik, yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Golkar, PPP dan Partai Demokrat. 

Sedangkan untuk Paslon LaDub dalam mendaftar sebagai peserta Pilkada Kabupaten Malang 2020, hanya diusung oleh dua partai politik yakni PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Partai Hanura. 

Menurut Wawan, bahwa sosok Lathifah Shohib yang dapat dikatakan sebagai pendatang baru dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang ini, sudah luar biasa mendapatkan persentase yang langsung meroket mencapai angka 42,8 persen. 

"Itu menurut saya luar biasa. Artinya satu hal bahwa saya memprediksi dari awal bahwa LaDub akan memperoleh suara yang tidak beda jauh dengan dulu Srikandi (Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi, red) duo Srikandi dulu 44 persen kan, dicalonkan hanya PDIP saja. Ini menjelang melawan incumbent ya seperti ini," jelasnya. 

Baca Juga : Tujuh Kader Terbaik GP Ansor Berpeluang Terpilih Jadi Kepala Daerah, Salah Satunya Bupati Malang

Sementara itu, menurut Wawan bahwa rekapitulasi perolehan suara sementara yang sampai saat ini sudah direkapitulasi sebanyak 704.185 suara pada website Pilkada2020.kpu.go.id menunjukkan demokrasi sedang bekerja di Indonesia khususnya di Kabupaten Malang. 

"Artinya rakyat mempunyai kebebasan memilih, itu yang harus kita syukuri. Karena rakyat tidak dikungkung oleh perbedaan partai tetapi mereka lebih memenuhi dari pada figur," terangnya. 

Lanjutnya, bahwa sosok figur Sanusi dan utamanya Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah Shohib- banyak yang bersimpati pada sosok figur Bu Nyai di dunia nyata maupun di media sosial. 

"Selain figurnya Bu Nyai, saya cek ke media sosial, semua sih lebih banyak yang ke Bu Nyai ya dari pada ke Pak Didik. Orang melihat figur Bu Nyai, itu juga artinya memang tim pemenangannya bekerja, sukses dan berhasil. Efektif bekerjanya. Figur Bu Nyai memang luar biasa, kemudian sangat mengena di publik," tutupnya. 

Sebagai informasi, bahwa berdasarkan data dalam website Pilkada2020.kpu.go.id pada hari Minggu (13/12/2020) pukul 09.25 WIB, rekapitulasi perolehan suara sementara terbaru menunjukkan sebanyak 3.025 dari 4.999 TPS yang ada atau 60,51 persen data telah terekap. 

Dari hasil perolehan suara sementara tersebut menunjukkan Paslon SanDi mendapatkan persentase suara sebesar 45,0 persen atau memperoleh suara sebanyak 318.223 suara. Sementara untuk Paslon LaDub mendapatkan persentase 42,8 persen atau memperoleh suara sebanyak 302.565 suara. Sedangkan Paslon HC-GH mendapatkan persentase 12,2 persen atau memperoleh suara sebanyak 86.333 suara.

Topik
berita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru