Peringati Hari Bahasa Arab, UIN Malang Datangkan Pembicara dari Berbagai Negara

Dec 12, 2020 14:17
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg saat memberikan sambutan. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg saat memberikan sambutan. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hari Bahasa Arab Internasional diperingati oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) dengan menggelar webinar internasional. Tema webinar tersebut terkait bahasa Arab di Indonesia menurut orang luar. Maka dari itu, webinar yang digelar Konsorsium Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Malang ini mendatangkan para ahli dari luar negeri.

Pembicara dalam webinar tersebut di antaranya Prof Dr Faisal Mahmoud Adam (University of the Holy Quran and Islamic Science) dari Sudan, Prof Dr Shaleh Al Shitsri (King Khalid Military College) dari Saudi Arabia, dan Prof Dr Dustin Cowell (University of Wisconsin) dari USA.

Baca Juga : DWP UIN Malang Dapat Kunjungan Istimewa dari DWP Pusat Kemenag

 

Lantaran memperingati Hari Bahasa Arab Internasional, webinar tersebut juga berlangsung menggunakan bahasa Arab. Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menyampaikan bahwa UIN Malang punya perhatian yang sangat tinggi terhadap bahasa Arab.

"Karena bahasa Arab itu bahasa yang digunakan dalam agama Islam dan bahasa Arab sekarang menjadi bahasa internasional," ujarnya saat dihubungi MalangTIMES melalui telepon WhatsApp semalam (11/12/2020).

Prof Haris melihat bahwa Hari Bahasa Arab Internasional merupakan momen penting untuk menyampaikan bahwa bahasa Arab itu bukan hanya bahasa agama.

"Karena kitab suci agama Islam menggunakan bahasa Arab begitu juga hadis nabi itu juga bahasa Arab. Tetapi lebih dari itu, bahasa Arab ini menjadi salah satu bahasa internasional. Maka penting untuk dipelajari, perlu disampaikan ke seluruh mahasiswa dan seluruh bangsa ini," tuturnya.

Dalam webinar tersebut, para pembicara memberikan pandangannya terkait bagaimana bahasa Arab di Indonesia. Kata Prof Haris, mereka memandang bahwa bahasa Arab sangat kuat di Indonesia karena memang di Indonesia ini mayoritas adalah muslim. Kemudian bahasa Arab itu sudah diajarkan sejak kanak-kanak.

Hanya saja, kelemahannya bahasa Arab tidak bisa digunakan oleh mayoritas muslim di Indonesia karena tidak terbiasa berbicara dengan bahasa Arab.

Baca Juga : Direktur Diktis Kemenag Yakini Cita-cita UIN Malang Jadi Kampus Internasional Terwujud

 

"Jadi kelemahannya ketika menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi lisan itu yang lemah maka perlu dikuatkan lagi," ucapnya.

UIN Malang sendiri terus-menerus menguatkan bahasa Arab. Selain melalui pembelajaran di kampus dan juga seminar semacam ini, juga melalui ma'had.

"Mahasiswa semester 1 dan 2 bertempat tinggal di ma'had, di pesantren itu. Di situlah dikuatkan bahasa Arab dan bahasa Inggris, begitu juga penguatan agama dan penguatan ideologi negara Indonesia," kata Prof Haris.

Topik
UIN MalangRektor UIN

Berita Lainnya

Berita

Terbaru