Memprihatinkan, Kesejahteraan Guru Honorer di Kota Batu Perlu Ditingkatkan

Dec 12, 2020 13:14
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

MALANGTIMES - Kesejahteraaan guru honorer di Kota Batu masih perlu diperhatikan dan ditingkatkan. Hal itu dikarenakan kesejahteraan mereka cukup memprihatinkan. Gaji yang diterima pada guru honorer di Kota Batu ini, jauh dari Upah Minimum Regional (UMR).

Ketua PGRI Kecamatan Junrejo sekaligus menjabat sebagai Biro Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan Guru Abdul Manan mengatakan, insentif yang diberikan sekolah dan pemerintah masih berada di bawah UMR. "PGRI memiliki anggota yang besar. Kalau bisa sedikit demi sedikit diberi peningkatan kesejahteraan pada tahun-tahun mendatang. Maka, perlu ditingkatkan kesejahteraan guru honorer," ujarnya, Sabtu (12/12/2020) saat dikonfirmasi

Baca Juga : Peserta Terbanyak, Disdikbud Fasilitasi Calon Guru Penggerak di Kota Malang

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menjelaskan, alokasi APBD di bidang pendidikan sebesar 20% dari besaran APBD bernilai Rp 1 triliun. Jika terdapat kelebihan anggaran di Kota Batu, pihaknya akan memaksimalkan kesejahteraan guru dalam rencana belanja daerah.

Kemudian, terdapat 106 tenaga pendidik honorer daerah. Setiap bulannya mereka mendapat Rp 2,4 juta. Selanjutnya ada tenaga pendidik non PNS totalnya 215 pengajar. Mereka telah tersertifikasi mendapatkan insentif Rp 1,5 juta per bulannya dari pemerintah pusat. Sedangkan tunjangan profesi pendidik (TPP) sekitar 1000 guru yang setiap bulan diberikan setara satu kali gaji pokok belum semua menerima.

"Untuk guru honorer daerah menuju UMR, tetapi untuk GTT (Guru Tidak Tetap) memang sesuai masa kerjanya. Namun tetap dapat insentif dari pemerintah melalui BOS dan BOSDA," ujarnya

"Nah guru sertifikasi itu, anggaran dari APBN-nya belum mencukupi, Insya Allah tahun 2021 dibayarkan ketika sudah selesai administrasinya. Ada sekitar 175 guru yang belum menerima TPP itu keseluruhannya dalam tahun ini," imbuhnya

Sedangkan, Kepala Disdik Kota Batu, Enny Rachyuningsih mengungkapkan, jika masih ada guru yang belum menerima TPP pada triwulan keempat. Pihaknya menjanjikan TPP akan diterima pada 2021 mendatang.

Baca Juga : Pembelajaran Daring dan Tugas Sekolah Tak Halangi Siswi SMPN 21 Malang Ini Raih Prestasi

"Anggaran dari pusat memang terdapat kekurangan. Kekurangan anggaran ini tidak hanya terjadi di Kota Batu saja. Namun juga terjadi di seluruh Kota di Indonesia," ungkapnya.

Ia menjelaskan, di Kota Batu sendiri sebenarnya anggaran insentif untuk guru yang sertifikasi lebih dari Rp 9 miliar. Namun yang sudah turun hanya sekitar Rp 7 milar lebih. Sehingga, masih mengalami kekurangan sekitar Rp 1,6 miliar. Yang mana dampaknya dirasakan 175 orang guru belum bisa menerima tunjangan pada triwulan empat pada tahun ini. 

"Akhirnya akan mendapatkan pada tahun 2021 mendatang, yang jelas uang itu tak akan hilang. Karena pada sekitar tahun 2017 lalu juga terdapat masalah serupa. Dan dapat diselesaikan dengan lancar," jelasnya 

Topik
Guru HonorerKota BatuGaji guruupah minimum regional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru