Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dra Zubaidah MM. (Foto: YouTube)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dra Zubaidah MM. (Foto: YouTube)

MALANGTIMES - Program Guru Penggerak menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Program ini merupakan program identifikasi, pelatihan, dan pembibitan calon pemimpin pendidikan di masa depan. Nantinya, para guru penggerak bertugas sebagai agen perubahan yang jadi ujung tombak perubahan transformasi pendidikan. 

Karena itu, Kemendikbud mengidentifikasi dan merekrut para guru penggerak yang diyakini ada di setiap sekolah untuk bisa mengikuti pelatihan pengembangan potensi kepemimpinan dan mentorship.

Baca Juga : Pembelajaran Daring dan Tugas Sekolah Tak Halangi Siswi SMPN 21 Malang Ini Raih Prestasi

Nah, patut dibanggakan, Kota Malang menjadi pusat percontohan guru penggerak. Peserta guru penggerak terbanyak datang dari Kota Pendidikan ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dra Zubaidah MM belum lama ini.

"Malang dipakai pilot project-nya dan terbanyak yang mengikuti tes guru penggerak, sekian ribu," ujar Zubaidah.

Disdikbud pun tak tinggal diam, melainkan menyediakan fasilitas bagi calon guru penggerak ini. Jadi, bagi yang di rumah atau di sekolah fasilitasnya kurang maka menggunakan fasilitas dari Dinas Pendidikan.

"Itu kita fasilitasi. Kalau guru tidak mempunyai fasilitas wifi, saya siapkan. Kami sediakan ruangan untuk mengikuti tes. Kami siapkan konsumsi karena dia juga berpikir dan sebagainya. Tapi ada yang dari rumah yang fasilitasnya sudah ada, ada yang dari sekolah," ungkapnya.

Sebagai informasi, program guru penggerak ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon guru penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. "Guru penggerak ini guru yang dianggap mampu menggerakan ekosistem pendidikan," terang Zubaidah.

Baca Juga : Rektor UIN Malang: Kita Harus Tepo Seliro, Kedepankan Toleransi

Guru penggerak nantinya akan berperan untuk menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Guru penggerak juga menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.

Selain itu, guru penggerak mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.