Jika Kota Batu Awal Tahun Masuk Zona Hijau atau Kuning, Dewanti Izinkan KBM Tatap Muka

Dec 12, 2020 11:20
KBM tatap muka yang dilakukan di SDN Gunungsari 4 Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: MalangTIMES)
KBM tatap muka yang dilakukan di SDN Gunungsari 4 Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagi pelajar Kota Batu yang sudah rindu untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka rupanya masih harus bersabar. 

Meskipun beberapa saat lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah memperbolehkan adanya KBM tatap muka, akan tetapi setelah Kota Batu naik turun masuk pada zona merah atau risiko tinggi dan zona oranye atau risiko sedang, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko masih tidak memperbolehkan KBM tatap muka. 

Baca Juga : Universitas Brawijaya Tegaskan Semester Depan Masih Pembelajaran Daring

Terlihat pada Jumat (11/12/2020) dalam peta sebaran Covid-19 Kota Batu masih terlihat berwarna zona oranye.

“Kementerian Pendidikan memang memperbolehkan KBM tatap muka di bulan Januari 2021 apalagi yang zonanya sudah hijau atau zona kuning, tapi tidak diwajibkan. Karena Kota Batu belum zona hijau jadi KBM tatap muka belum diperbolehkan,” ungkap Dewanti.

Ia menambahkan, jika nantinya Kota Batu sudah masuk zona hijau atau kuning tentunya KBM tatap muka diperbolehkan. Tetap harus melalui beberapa tahapan, mulai dari kesiapan sekolah, persetujuan sekolah (kepala sekolah, komite) dan orang tua wali murid.

Karena Dewanti tidak ingin adanya penyebaran covid-19 yang muncul di dunia pendidikan Kota Batu. “Beberapa persetujuan itu-lah yang harus dilakukan dan ditandatangani kesepakatan KBM tatap muka di Kota Batu,” imbuhnya.

Setelah kesepakatan itu dilakukan, Dewanti menginginkan adanya pengawasan oleh komite. Sebab guru dirasa tidak bisa melakukan pengawasan jika sedang menjalankan tugasnya mengajar.

Baca Juga : Zona Merah, Dinas Pendidikan Kota Batu Bisa Tunda Sekolah Tatap Muka

“Kenapa komite harus ikut dalam pengawasan, karena nanti akan jadi permasalahan tersendiri kalau guru harus mengajar kemudian juga mengawasi,” tutupnya. 

Sedang hingga Sabtu, pasien konfirm positif di Kota Batu bertambah satu orang dan 7 pasien telah dinyatakan sembuh. Sehingga jumlah akumulatif Kota Batu saat ini 958 orang.

Dengan pasien aktif sebanyak 136 orang, kesembuhan sejumlah 745 orang, dan meninggal dunia ada 77 orang. Sedangkan kasus suspek mencapai 692 orang, probable sebanyak 66 orang, diisolasi ada 118 orang, dan 582 orang masuk discarded.

Topik
covid 19 kota batupendidikan saat pandemi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru