Jika Terpilih, Paslon SanDi Optimis Bisa Genjot Sektor Ekonomi di Tengah Pandemi

Dec 11, 2020 15:37
Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (duduk, kiri) dan Didik Gatoto Subroto (duduk, kanan) saat menyampaikan gagasannya disektor perekonomian di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (duduk, kiri) dan Didik Gatoto Subroto (duduk, kanan) saat menyampaikan gagasannya disektor perekonomian di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, termasuk di Kabupaten Malang, menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun kandidat yang terpilih menjadi Bupati maupun Wakil Bupati Malang.

Kendati demikian, paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang dari kandidat nomor urut 1, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) optimis bisa mengantisipasi dampak gelobal dari adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga : Rekapitulasi Sementara KPU, Paslon LaDub Ungguli Paslon SanDi di Dapil 2

Hal itu diutarakan Calon Bupati Malang Sanusi saat dikonfirmasi sesaat sebelum diagendakan sesi rilis Tim Pemenangan SanDi, Jumat (11/12/2020). 

”Maka dalam menangani Covid-19 saya akan berkoordinasi dengan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kabupaten Malang), Muspika, tokoh masyarakat, Kades, dan juga seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam mengantisipasi pandemi Covid-19, tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan Pemda (Pemerintah Daerah). Oleh karenanya, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, berinisiatif untuk mengandeng seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

”Bagi saya tugas bupati tidak ada yang berat ketika program ini dilakukan bersama rakyat. Karena bupati tidak bisa melaksanakan sendiri, tapi semua program bisa dilaksanakan jika secara bersama-sama. Tidak ada yang sulit karena program yang dibuat bupati adalah untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Politisi yang akrab disapa Abah Sanusi ini, menjelaskan jika protokol kesehatan yang dimaksud tersebut, meliputi 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak atau physical distancing, dan rutin menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan. 

”Sehingga kegiatan yang menjadi program bupati ini, diharapkan bisa dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Malang. Pada hakikatnya selama saya jadi bupati selama 1 tahun kemarin, semuanya dikerjakan oleh rakyat. Saya hanya mengkoordinasi, menggerakkan dan mengawasi, serta menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ucap sosok petahana yang kembali mencalonkan diri dalam kontestasi Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang ini.

Dengan bergandengan tangan bersama seluruh lapisan masyarakat tersebut, Abah Sanusi optimis akan mampu mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. Bahkan, pihaknya juga berkeyakinan jika dampak perekonomian karena adanya pandemi Covid-19, juga bisa teratasi apabila keterlibatan seluruh lapisan masyarakat mampu dijalankan pada pemerintahan mendatang.

”Pemulihan ekonomi ini akan sangat cepat dan mudah, bila nanti masyarakat bergerak untuk usaha secara mandiri. Bupati tugasnya memfasilitasi, menyediakan sarana, dan meningkatkan SDM-nya (Sumber Daya Manusia) masyarakat,” ujarnya.

Dijabarkan Abah Sanusi, di sektor fasilitas peningkatan ekonomi, jika terpilih paslon SanDi bakal memberikan fasilitas berupa tempat usaha khususnya bagi purna TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan masyarakat Kabupaten Malang pada umumnya.

Tempat usaha yang dimaksud itu, adalah penyediaan kios dan outlet usaha bagi masyarakat Kabupaten Malang di Stadion Kanjuruhan dan Jalibar (Jalur Lingkar Barat).

Baca Juga : Sampah “Medis” yang Dikenakan Petugas KPPS di Kabupaten Malang, Masih Menumpuk di PPK

”Selain di Stadion Kanjuruhan, kalau Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang punya tanah di Jalibar, juga akan kita bikinkan rest area yang bisa dijadikan tempat usaha. Saat ini masih kami koordinasikan dengan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja, Kabupaten Malang) untuk menampung para pelaku usaha di Kabupaten Malang, termasuk dari para mantan TKI,” sambung Sanusi.

Selain menyediakan tempat usaha, Abah Sanusi juga akan memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki modal usaha, agar tetap bisa berwirausaha dengan peminjaman modal.

”Saat ini saya sudah berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk menyediakan modal usaha bagi masyarakat. Kami juga mengupayakan modal usaha dengan bunga ringan, bahkan kalau bisa pinjaman modal dengan bunga nol persen,” ucapnya.

Di sisi lain, yakni di sektor sarana penunjang, Abah Sanusi mengaku bakal berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Salah satunya dengan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Malang.

”Nanti akan kami bantu pemasarannya dengan menggunakan pemasaran online berbasis teknologi. Jadi produk masyarakat Kabupaten Malang bisa dipasarkan secara nasional,” terangnya.

Terakhir, terkait peningkatan SDM, sosok politisi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang ini, juga akan memberikan pelatihan khusus kepada masyarakat.

”Nanti mereka (masyarakat) akan diberikan pelatihan oleh Disperindag sesuai dengan minat dan bakatnya, hingga mampu berwirausaha secara mandiri,” tukas santri yang juga pernah menimba ilmu di pondok pesantren Raudlatul Ulum ini.

 

Topik
cabup sanusiPaslon Sandiprogram ekonomi sandiberita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru