Kejari Malang Tahan Tersangka Kasus Korupsi Penggemukan Sapi RPH

Dec 10, 2020 16:09
Tersangka kasus Korupsi penggemukan sapi di RPH Kota Malang ditahan Kejari Malang
Tersangka kasus Korupsi penggemukan sapi di RPH Kota Malang ditahan Kejari Malang

MALANGTIMES - Tersangka kasus dugaan korupsi penggemukan hewan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang tahun 2017-2018, A.A. Raka (AAR) Kinasih akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Kamis (10/12/2020). Tersangka yang diketahui menjabat Kepala Bagian Keuangan RPH Kota Malang ini ditahan setelah menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka oleh penyidik kejari. 

AAR yang mantan Plt Kepala RPH Kota Malang ini dibawa ke Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Wanita Sukun sekitar pukul 15.00 setelah diperiksa sejak pukul 11.00 WIB. "Kami lakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap tersangka yang juga didampingi kuasa hukumnya dan langsung kami lakukan penahanan. Tapi tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka AAR dan kita juga akan terus berkoordinasi dengan Polda Jatim," kata Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dyno Kriesmardi, kepada wartawan.

Baca Juga : Tersangka Kasus Korupsi Penggemukan Sapi belum Ditahan Kejari Malang 

 

Dia menjelaskan, sebelum membawa tersangka ke  Lapas, sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan. "Yang jelas tersangka sudah dilakukan Rapid Test dan langsung dibawa ke lapas wanita di Sukun," ujarnya.

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap tersangka berkaitan dengan perkara yang terjadi di RPH Kota Malang. "Hari ini tadi kami lakukan pemeriksaan tersangka perkara tindak pidana korupsi dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dan penggunaan dana keuangan perrsahaan daerah RPH Kota Malang tahun 2017/2018," ujarnya.

Terkait penahanan yang dilakukan, Dia menjelaskan ada dua alasan, subyektif dan obyektif. "Penahanan itu kewenangan dari penyidik. Intinya, dikhawatirkan tersangka itu melarikan diri kemudian menghilangkan alat-alat bukti atau bahkan mengulangi perbuatan. Karena tersangka hingga saat ini masih menjabat sebagai Kasubbag Keuangan di RPH Kota Malang," kata dia.

Dia menyebutkan tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 dan juga pasal 3 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Diberitakan Malang Times sebelumnya, RPH Kota Malang melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk penggemukan sapi. Dalam kerja sama itu, dilakukan pembelian dan pemeliharaan. Namun kerja sama tersebut terdapat penyimpangan sehingga menyebabkan kerugian bagi Pemerintah Kota Malang.

"Penyimpangan tersebut di antaranya tidak diikuti dengan perjanjian, sapi yang dibeli tidak sesuai dengan yang datang, dan penyewaan fasilitas RPH tidak dibayar. Ini menyebabkan adanya kerugian," beber Andi.

Kerugian yang ditimbulkan sesuai hasil pemeriksaan penyidik, sekitar Rp 1,5 miliar. Namun hasil ini masih akan dipastikan lagi dengan hasil perhitungan dari Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan (BPKP).

Sedangkan pihak ketiga yang bekerja sama dalam kasus korupsi tersebut juga telah diperiksa oleh  Kejari Kota Malang. Namun saat ini pihak ketiga tersebut masih berstatus sebagai saksi. "Kami analisis berita acara pemeriksaan (BAP) dulu. Kami analisis, kami etapkan status kemudian," pungkasnya.

Baca Juga : Kejari Tetapkan Plt Kepala RPH Kota Malang 2018-2019 Jadi Tersangka Korupsi 

 

"Kami cocokkan lagi hasil audit dari BPKP. Tersangka masih belum kami periksa lagi sebagai tersangka, namun statusnya sudah kami tetapkan. Tidak menutup kemungkinan juga ada tersangka lain. Kami akan kembangkan berdasar fakta dari para saksi," ucap kajari.

Sementara itu,a tersangka AAR saat dibawa petugas ke mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Wanita menolak memberikan keterangan terhadap wartawan. Sejumlah pertanyaan yang diajukan diabaikan. 

Begitu juga dengan kuasa hukum AAR , menolak memberikan keterangan saat ditanya soal pemeriksaan maupun langkah yang akan ditempuh. Seperti mengajukan penangguhan penahanan maupun lainnya. 

Topik
Korupsi MalangKejari Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru