Makam Medeleg Jombang Ini Dianggap Keramat dan Diburu Orang

Dec 10, 2020 09:59
Lokasi Kuburan Medeleg Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Jombang. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)
Lokasi Kuburan Medeleg Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Jombang. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)

MALANGTIMES - Nama sebuah tempat pemakaman umum (TPU) di Kabupaten Jombang tenar hingga ke luar kota hingga ke luar pulau. TPU bernama Kuburan Medeleg ini konon memiliki nilai magis hingga kerap diserbu orang dari luar kota santri.

Dinamakan Kuburan Medeleg lantaran berlokasi di Dusun Medeleg, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang. Secara geografis, Kuburan Medeleg ini berada tepat di sisi timur satu kilometer dari pintu tol Tembelang, Jombang atau berjarak 5 kilometer dari pusat kota Jombang.

 

Baca Juga : 5 Buah Enak Asli Indonesia yang Terancam Punah, Pernah Makan?

Sekilas Kuburan Medeleg ini tampak seperti kuburan biasa pada umumnya. Namun bagi sebagian, orang kuburan tersebut dinilai memiliki nilai magis. 

Salah satu warga desa setempat Paiman (55) mengatakan, banyak orang dari luar kota hingga luar Jawa yang mendatangi Kuburan Medeleg itu. Mereka datang dengan tujuan bermacam-macam. Mulai dari meminta pesugihan, jabatan hingga penglaris. 

"Banyak yang ke sini, dari Surabaya hingga dari Kalimantan ada yang ke sini. Tujuannya macam-macam orang ke sini. Ada yang cari nomer togel, jabatan hingga pesugihan," terangnya saat diwawancarai wartawan di Dusun Medeleg, Desa Tampingmojo, Kamis (10/12). 

Paiman menyebut, kebanyakan orang datang ke Kuburan Medeleg pada waktu malam Jumat Legi. Lokasi yang menjadi jujukan orang adalah bangunan yang menyerupai sumur, berada di sisi belakang dari Kuburan Medeleg. 

Bangunan itu berupa tatanan bata merah kuno yang ditata melingkar tanpa direkatkan dengan semen. Tempat tersebut dipagar dan memiliki atap seng yang menutupi sumur. 

"Lokasinya di sumuran itu. Sudah ramai sejak 1962, sudah banyak yang nyepi di sini," kata Paiman yang juga selaku Ketua RT 01 RW 02. 

Ia juga mengaku kalau Kuburan Medeleg dikenal angker sejak dahulu. Bahkan, sebagian orang desa setempat merasa takut untuk memasukinya. 

"Saya dulu masuk sini itu diingatkan mertua, jangan masuk kuburan itu karena bambu yang dipotong saja bisa keluar darah. Warga yang fanatik itu gak berani masuk situ, gak tau kenapa. Sudah kepercayaan," tandasnya. 

Sementara, tokoh agama setempat Abdul Hafid (60) mengatakan, Kuburan Medeleg merupakan tempat pemakaman biasa. Hanya saja orang di luar Desa Tampingmojo yang menganggap kuburan tersebut angker. 

Baca Juga : Cantiknya, Begini Tampilan Tanaman Hias yang Dipamerkan di Pameran Virtual Terbesar

Warga di desa tersebut, kata Hafid, menganggap kuburan tersebut seperti makam pada umumnya. Tidak ada keistimewaan maupun nilai magis. 

"Makam Medeleg itu sebenarnya tidak ada apa-apa. Hanya orang dari luar saja yang menganggap makam ini makam paling angker. Aslinya ya tidak ada apa-apa, makam umum biasa," terangnya. 

Mengenai sumur yang dianggap keramat dan kerap dikunjungi orang itu, Hafid menyangkal kalau bangunan tersebut memiliki nilai magis. Menurut dia, sumur tersebut dibangun oleh orang-orang yang suka dunia spiritual. 

Lokasi sumur tersebut, lanjut Hafid, merupakan bekas pohon belimbing yang telah tumbang pada tahun 1964. Di sekitar Kuburan Medeleg itu banyak ditemukan bata merah kuno. Bata merah itu kemudian ditata oleh seseorang menyerupai sumur. 

"Yang ditempati itu pohon belimbing, bukan sumur. Sumur itu hanya tatanan bata saja. Ya tidak ada apa-apa sebenarnya," kata Hafid yang juga selaku Modin Desa Tampingmojo. 

Kades Tampingmojo Nurus Sa'adah menerangkan, Kuburan Medeleg ini merupakan tempat pemakaman umum untuk Dusun Medeleg, Dusun Randubeso dan Dusun Mojo. Kuburan yang dianggap angker itu memiliki luas sekitar 100 meter persegi. 

Ia pun mengaku risih dengan anggapan Kuburan Medeleg angker dan kerap dikunjungi orang untuk mencari pesugihan maupun jabatan. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak berbuat syirik terhadap kuburan di desanya itu. 

"Kalau saya bisa mengimbau kepada terutama warga Tampingmojo sendiri, janganlah kita salah persepsi kepercayaan. Kita sebenarnya ingin dari luar itu tidak menyalahgunakan tempat itu menjadi tempat yang dikeramatkan," pungkasnya.(*)

Topik
berita jombang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru