Mahasiswa FKG UB Manfaatkan Alang-Alang untuk Bantu Pengguna Kawat Gigi Atasi Luka

Dec 08, 2020 21:19
Ilustrasi tanaman alang-alang. (Foto: istimewa)
Ilustrasi tanaman alang-alang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Saat ini, minat masyarakat menggunakan kawat gigi cukup tinggi. Penggunaan kawat gigi pun tidak hanya untuk masalah kesehatan gigi, namun juga untuk memperbaiki penampilan.

Sayangnya, masalah yang kerap dialami adalah sekitar 63% pengguna kawat gigi mengeluhkan rasa tidak nyaman hingga timbulnya luka akibat gesekkan kawat gigi di rongga mulut. Tentu saja hal ini berdampak negatif terhadap kualitas hidup penderitanya. Ditambah lagi, kawat gigi digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga : Berbahaya, Sunat dengan Teknik Electrical Cauter Tidak Dianjurkan

Masalah ini menjadi perhatian tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB);  Sofi Isna Marwati, Nabila Haqullah, dan Binar Rujati. Mereka memiliki gagasan untuk memanfaatkan alang-alang sebagai gel pengobatan luka di rongga mulut akibat penggunaan kawat gigi.

Dibimbing oleh drg Astika Swastirani MSi, mereka berinovasi memanfaatkan tanaman alang-alang untuk dijadikan sebagai obat alternatif. 

Dijelaskan Sofi, tanaman alang-alang sudah memiliki nama dalam dunia kesehatan. Namun, keberadaan tanaman alang-alang tidak sebanding dengan kegunaannya dalam bidang kesehatan. Sehingga, tanaman ini sering dibuang begitu saja.

 Selain itu, belum ada penelitian terdahulu yang menjadikan alang-alang sebagai obat alternatif dalam penyembuhan ulkus traumatikus (luka terbuka pada mukosa mulut yang diakibatkan oleh trauma).

"Alang-alang memiliki kandungan flavonoid yang berperan sebagai antiradang dan antioksidan. Kandungan ini yang dapat membantu pengguna kawat gigi mengatasi luka selama menggunakan kawat gigi," terang Sofi.

Baca Juga : Ada Tambahan dari Singosari, Total 69 Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten

Dijelaskan lebih lanjut, tanaman ini juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan diyakini dapat mempercepat penyembuhan luka. "Selain itu, saat ini belum ada dampak negatif berupa keracunan maupun overdosis akibat penggunaan ekstrak alang-alang sebagai obat alternatif," imbuh Sofi.

Alang-alang akan diekstrak untuk dijadikan gel sehingga mudah digunakan untuk mengobati luka di mulut. Melalui gagasan ide ini, diharapkan gel alang-alang dapat menjadi sebuah obat oles yang tidak memiliki efek jangka panjang dan dapat meminimalisir penggunaan obat konvensional.

Topik
Kawat Gigimahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru