Penuh, Pemkot Malang Belum Ada Rencana Tambah Bed di Rumah Isolasi Covid-19

Dec 08, 2020 17:15
Gedung yang dipergunakan sebagai safe house untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Gedung yang dipergunakan sebagai safe house untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Seiring dengan terus bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Malang yang hingga Senin (7/12/2020) kemarin, menembus angka 2.340, nampaknya cukup mempengaruhi ketersediaan safe house atau rumah isolasi yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 yang berada di Jl Kawi dengan jumlah kapasitas 90 bed itu dikabarkan penuh.

Baca Juga : Tambah 10 Orang, Pasien Sembuh di Kabupaten Malang Didominasi dari Singosari

"Sementara kita ada 90 bed. Dan saat ini penuh," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni.

Meski begitu, ia menyebut, hingga saat ini masih belum ada rencana untuk melakukan penambahan kapasitas bed di rumah isolasi sudah tersebut. Sebab, nantinya terkait dengan isolasi mandiri pasien Covid-19, menurutnya, bakal dimaksimalkan untuk ikut ditempatkan di Rumah Sakit (RS) Lapangan yang berada di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang (Polkesma) Jl Ijen.

"Sementara belum (terkait penambahan kapasitas bed). Nanti kan ada rumah sakit lapangan, jadi kami juga akan memanfaatkan itu. Di sana disediakan 306 kapasitas bed," jelasnya.

Lebih jauh, Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto, menambahkan, pengadaan RS Lapangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memang dimaksimalkan dalam rangka untuk penanganan pasien Covid-19. Pun juga, beroperasinya RS Lapangan ini nantinya dinilai dapat membantu meringankan beban penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan di daerah sekitar Malang Raya. 

"Itu (safe house penuh) juga menjadi pertimbangan kemarin Pemprov Jatim untuk serius dengan rencana pengoperasian RS lapangan. Dan ini tidak semata memberikan layanan kepada warga Kota Malang, namun sebagaimana RS rujukan lainnya juga mengcover daerah sekitar juga," ungkapnya. 

Baca Juga : Beri Support Pasien Covid-19, Puskesmas Kedungkandang Hadirkan Paket 'Berseri'

Untuk diketahui, selain fasilitas sejumlah 306 bed, di RS Lapangan nanti juga didukung 10 bed Intensive Care Unit (ICU). Kemudian, tempat gym, jogging track hingga cafetaria yang buka 24 jam penuh.

RS lapangan tersebut nantinya difungsikan sebagai rujukan pasien Covid-19 tanpa gejala, gejala ringan sampai gejala sedang. 

Topik
Kasus Covid 19Kota Malangsafe houseRuang isolasiPoliteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru