BBHAR PDI P Kabupaten Malang Laporkan Kampanye Hitam ke Polres Malang

Dec 07, 2020 19:04
BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang bersama Tim Hukum Paslon SanDi saat melakukan pelaporan ke Polres Malang, Senin (7/12/2020). (Foto: BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang) 
BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang bersama Tim Hukum Paslon SanDi saat melakukan pelaporan ke Polres Malang, Senin (7/12/2020). (Foto: BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang) 

MALANGTIMES - Dalam masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang telah berjalan sejak tanggal 6 Desember lalu, Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDI Perjuangan Kabupaten Malang, temukan upaya kampanye hitam di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang. 

BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang yang berkolaborasi dengan tim hukum Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) telah mengantongi bukti-bukti kampanye hitam yang berisikan informasi paslu (hoax) yang menyudutkan Paslon SanDi. 

MASA-TENANG-TIM-PASLON-SALING-LAPOR-02fd1b8589b29b2b54.png

Baca Juga : Sisir Area Utara, Bawaslu Tertibkan 58 APK Paslon

 

Adanya bukti-bukti kampanye hitam dan informasi hoax yang menyudutkan Paslon SanDi yang juga disebarkan melalui beberapa portal media sosial, membuat BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang mengambil langkah cepat dengan melayangkan pelaporan kepada Polres Malang. 

"Karena dilakukan pada masa tenang dan di luar masa kampanye. Maka ini masuk dalam Pidana Umum dan Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik, red) dan masuk kategori black campaign bukan negative campaign," ungkap Agus Subyantoro selaku Ketua BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Senin (7/12/2020). 

Disampaikan Agus, bahwa BBHAR dan Tim Hukum Paslon SanDi yang sebelumnya juga sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Money Politic ini juga mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polres Malang untuk segera mungkin menindaklanjuti laporan yang telah dilayangkan. 

Kampanye hitam dan informasi hoax tentang Paslon SanDi ini ditemukan oleh BBHAR dan Tim Hukum Paslon SanDi pada hari Minggu (6/12/2020) usai terbentuknya Satgas Money Politic yang akan memantau dan mengawasi 'serangan fajar' yang berpotensi dilakukan oleh lawan politik jelang waktu pencoblosan. 

Agus menuturkan, bahwa beberapa unggahan yang memuat informasi hoax dan termasuk kampanye hitam tersebut ditemukan di beberapa  media sosial dan grup WhatsApp. 

"Disaat hari tenang, kami menemukan beberapa unggahan black campaign di media sosial Facebook yakni pada Grup Diskusi Pemilu Malang dan beberapa grup WhatsApp," tuturnya. 

Baca Juga : Calon Bupati Malang Bu Nyai Lathifah Komitmen tidak akan Libatkan Keluarga dalam Proyek Pembangunan

 

Selain informasi hoax dan model kampanye hitam yang tersebar luas di beberapa media sosial serta grup-grup WhatsApp, Agus juga mengatakan, bahwa upaya melemahkan Paslon SanDi juga dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab melalui penyebaran koran. 

Dalam koran yang disebarkan tersebut, berisi narasi yang menyudutkan Paslon SanDi menjelang hari pencoblosan di tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020 pada tanggal 9 Desember mendatang. 

Hal itu menjadi temuan oleh BBHAR dan Tim Hukum Paslon SanDi yang diketahui disebarkan oleh oknum tidak bertanggungjawab di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. 

"Kami juga mendapat temuan beberapa penyebaran koran atau media cetak di beberapa wilayah seperti Pakis, Dau, Sumbermanjing Wetan, serta beberapa wilayah lain," tutupnya.

Topik
Kampanye HitamPilkada Kabupaten Malang 2020bbhar pdi perjuangantim hukum sandi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru