Malangtimes

JK Laporkan Danny Pomanto Soal Tudingan di Balik OTT Edhy Prabowo

Dec 07, 2020 08:20
Jusuf Kalla (Foto: BeritaBeta)
Jusuf Kalla (Foto: BeritaBeta)

MALANGTIMES - Jusuf Kalla (JK) memutuskan untuk melaporkan Danny Pomanto terkait tudingan sebagai orang di balik OTT Menteri KKP Edhy Prabowo. 

Diwakili anaknya, Solihin Kalla, JK melaporkan kasus pencemaran nama baik ke Polda Sulawesi Selatan, Sabtu sore, (5/12) dengan terlapor Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, calon wali kota Makassar.

Baca Juga : Mensos Tersangka, Ramai Guyonan Warganet kok Bukan Luhut Penggantinya

Danny dinilai telah mencemarkan nama baik JK karena mengaitkan JK dengan kasus Edhy dalam sebuah rekaman suara yang beredar.

Laporan ini pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Ibrahim Tompo. Ia mengatakan, tim hukum keluarga JK melaporkan kasus tersebut pada Sabtu (5/12/2020) sekitar pukul 16.00 WITA. 

Laporan diterima di SPKT dan telah diteruskan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel.

"Pelaporan berkaitan pencemaran nama baik dari terlapor Mohammad Ramdhan Pomanto soal rekaman suara menyinggung Jusuf Kalla di balik kasus Edhy Prabowo," kata Ibrahim.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi Danny mengakui jika rekaman itu adalah suaranya dari sebuah pembicaraan pribadi. Namun, menurutnya, pembicaraan itu adalah pendapat pribadi sesuai fakta yang diketahuinya.

"Itu saya di rumah pribadi saya, pendapat pribadi mengulas fakta-fakta yang memang begitu adanya. Itu sudah dibahas di media Seword. Apa salahnya, ini kebebasan berpendapat. Tidak ada yang aneh," kata Danny.

Danny lantas menilai, konflik yang muncul saat ini hanya bertujuan untuk memprovokasi dan membenturkan rakyat satu sama lain. 

Ia pun diketahui telah melaporkan pihak yang merekam dan menyebarkan rekaman suara tersebut ke Polda Sulsel atas dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga : Kemarahan Warganet Mengetahui Mensos Juliari Tersangka Korupsi Bansos Covid-19

Danny menduga pihak yang merekam dan menyebarkan rekaman itu adalah rivalnya di pencalonan wali kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi.

"Kita laporkan orang yang merekam dan menyebarkannya. Kita punya bukti siapa yang merekam dan menyebar rekaman suara itu. Mereka adalah tim Appi, mereka yang merekam, menyebar, marah-marah ke saya, mereka yang melapor," jelas Danny.

Dalam rekaman itu, Danny menyebut jika ada sejumlah tokoh yang diuntungkan terkait penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK.

Danny menyatakan penangkapan Edhy tak lepas dari peran JK dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Sebagian percakapan itu menyebut, 'Makanya kalau urusannya Edhy Prabowo ini, kalau Novel (Baswedan) yang tangkap itu berarti JK. JK-Anies itu. Maksudnya kontrolnya di JK. Artinya begini dia sudah menyerang Prabowo' ucap dalam rekaman tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru