Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan paparan terkait penanganan Covid 19  dan Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan paparan terkait penanganan Covid 19 dan Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menggelar rapat sosialisasi penanganan Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)  di Jalan Kawi, Kota Malang.

Khofifah menyampaikan, jika dalam penanganan Covid-19 sangat tergantung pada kekuatan pentahelix, yang di dalamnya terdiri dari beberapa unsur.

Baca Juga : Sempat Bertemu Bupati Situbondo, Hasil Swab Rutin Gubernur Jatim Khofifah Negatif

"Pentahelix berarti ada pemerintah, pentahelix ada media, pentahelix ada kampus atau akademisi, ada masyarakat serta Private Sector. Di sini juga hadir Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)," jelasnya.

Capaian Provinsi Jatim dalam membebaskan daerah- yang berzona merah tentunya melalui usaha-usaha keras. Per 1 November 2020, zona merah telah hilang dari Provinsi Jatim dan memasuki zona kuning dengan persentase sebanyak 63 persen.

Format efektif dalam menekan penyebaran Covid-19 adalah dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Dan kembali lagi, jika capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dari seluruh unsur pentahelix. "Peran serta masyarakat dan seluruh unsur, dalam kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah cara paling ampuh menekan penularan Covid-19," jelasnya.

Oleh karena itu, perlu disampaikan kepada masyarakat, untuk terus disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak yang aman dan kemudian mencuci tangan harus dijadikan satu kesatuan yang harus dijalankan untuk bisa menekan bahkan menghentikan penyebaran Covid-19.

Untuk terus menekan angka penyebaran Covid-19, operasi yustisi akan lebih dimaksimalkan lagi di berbagai daerah. Tentu, harapannya kepatuhan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan semakin tinggi.

Baca Juga : Mulai "Pemanasan", Bapenda Kota Malang Kembali Gencarkan Operasi Sadar Pajak

Selain itu, pihaknya juga mewaspadai adanya liburan pada natal dan tahun baru. Koordinasi dengan jajaran Forkopimda Jatim  maupun tingkat kabupaten dan kota juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi adanya peningkatan penyebaran Covid-19.

Dalam rapat tersebut, turut dihadiri oleh Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta dan juga Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto serta beberapa instansi terkait lainnya.