Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Otomotif

Ini Tips dari Unit Laka Lantas Saat Berkendara di Jalan Turunan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Lazuardi Firdaus

05 - Dec - 2020, 21:50

Placeholder
Ilustrasi rambu peringatan jalan menurun (Ist)

MALANGTIMES - Mengendarai motor jenis matic memang saat ini digemari oleh masyarakat. Hal itu lantaran dalam pengoperasian yang simpel dan tidak perlu pakai kopling dan oper gigi. Cukup starter, mesin menyala dan kemudian tinggal tarik gas.

Namun ketika melintasi jalanan menurun yang cukup curam, jika menggunakan motor matic tentunya ada perlakuan khusus untuk menghindari adanya rem blong karena terlalu panas ataupun melaju dengan kecepatan yang terlalu tinggi.

Baca Juga : Kymco Kenalkan F9, Skutik Listrik Bergaya Balap, Begini Tampilannya

Bukan hanya motor matic saja yang harus berhati-hati. Motor berprosneling atau menggunakan transmisi manual juga harus berhati-hati. Sebab, sekali saja atau tak terlalu paham saat berkendara pada jalan turunan, maka bisa saja berakibat fatal, terjadinya kecelakaan lalu lintas, seperti yang terjadi di Jalan Citra Garden City, Buring, Kedungkandang, Kota Malang (4/12/2020).

Sebelumnya, di Jalan Citra Garden City, Buring, Kedungkandang, Kota Malang, seorang perempuan tewas usai menabrak pohon di pinggiran jalan. Saat itu korban kehilangan kendali saat melewati jalan menurun.

Kasubnit 1 Laka Lantas Polresta Malang Kota, Iptu Deddy Catur menjelaskan, jika pengendara memang tak bisa sembarang dalam berkendara saat berada di medan menurun. Jika menggunakan motor matic, jangan kosongkan gas. Usahakan saat melewati jalur turunan maka kurangi saja gasnya minimal hingga kecepatan 5-10 km/jam.

"Bukan dikosongkan, tapi kurangi kecepatannya," jelasnya.

Jika langsung dikosongkan, maka tentunya itu akan membahayakan, laju kendaraan akan meninggi sehingga sulit terkendali.

Selanjutnya siap siaga dengan memposisikan tangan pada handel rem. Setelah gas dikurangi, juga diimbangi dengan pengereman. Posisi pengereman sendiri diusahakan keempat jari digunakan untuk menekan handle rem. Hal ini diperlukan agar saat menekan tuas rem, rem bisa bekerja dengan maksimal dalam mengurangi kecepatan.

Dalam pengereman, diprioritaskan pemakaian rem depan. Sebab, saat melewati jalan menurun, pengereman depan akan menahan daya dorong lebih.

Baca Juga : Jeep Siapkan SUV Anyar, Bakal Goda Konsumen Fortuner dan Pajero Sport

Prioritaskan pakai rem depan ketimbang rem belakang saat melewati jalanan yang turun usahakan untuk menekan handle rem depan lebih keras ketimbang rem belakang.

Karena, rem depan itu dapat menahan daya dorong motor ke depan yang notabene lebih besar dayanya saat di jalan turunan. Namun kendati begitu, bukan berarti rem belakang tidak digunakan. Rem belakang tetap berguna sebagai penyeimbang.

Sementara itu, jika mengendarai kendaraan dengan transmisi manual, sebaiknya ketika jalan turunan posisikan pada gigi 2 agar laju kendaraannya bisa terimbangi dengan engine brake.

"Kembali lagi pengereman itu harus seimbang, depan belakang. Selain itu, dalam berkendara harus tetap penuh konsentrasi," bebernya.

Dan terakhir, pakai kelengkapan keselamatan dalam berkendara, seperti helm dan alat pelindung lainnya. Selain itu, yang terpenting faktor lain adalah sebelum berkendara diharapkan untuk selalu berdoa.


Topik

Otomotif



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Lazuardi Firdaus