Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (bertopi hitam tengah) saat meninjau proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang, Jumat (4/12). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (bertopi hitam tengah) saat meninjau proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang, Jumat (4/12). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Progres pembangunan proyek Jembatan Kedungkandang terus dikebut. Meski, tak dipungkiri dalam pelaksanannya juga terdapat kendala. Seperti diketahui, plengsengan bagian timur di area pembangunan Jembatan Kedungkandang belum lama ini sempat mengalami dua kali longsor. 

Dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang membuat tatanan baru yang sebelumnya menggunakan bahan dasar batu kini diganti dengan beton.

Baca Juga : Masa Akhir Pandemi Covid-19 Tak Terprediksi, Pemkot Malang Lakukan Penyesuaian RPJMD

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko melakukan peninjauan langsung hari ini (Jumat, 4/12/2020) di kawasan pembangunan proyek Jembatan Kedungkandang. Ia memastikan, proses pembangunan akan rampung sesuai jadwal, dan bakal di-Launching secara resmi pada akhir Desember 2020 ini.

"Sampai hari ini on schedule dan akhir tahun ini akan selesai. Semoga cuaca mendukung, pekerja proyek dibagi beberapa shif sampai 01.00 WIB dini hari. Karena pelaksanaan yang baik berjalan sesuai rencana, jembatan Kedungkandang yang atas tahun baru sudah bisa dilalui," ungkapnya.

Berkaitan dengan longsornya plengsengan, kata dia penyebab utamanya adalah faktor alam. Seperti intensitas hujan yang tinggi dan volume air Sungai Amprong yang juga cukup tinggi. Plengsengan ini memanjang sepanjang 70 meter dengan ketinggian mencapai 15 meter.

Pihaknya juga memastikan progres pembangunan dinding penahan dengan bahan baku baru yakni beton. "Pondasi Jembatan Kedungkandang secara kekuatan sudah terselesaikan, tinggal merampungkan sisi kanan dan kiri. Di bekas longsoran bawah jembatan itu, sudah di datangkan satu beton dinding penahan untuk tiang pancang sebagai dasar pondasi. Rencananya akan dibangun dinding penahan dari beton saya sudah melihat secara langsung proses pengerjaan," jelasnya.

Ia meyakini, kejadian ambrolnya plengsengan tersebut tak memengaruhi target dari proyek Jembatan Kedungkandang yang akan dioperasionalkan pada akhir Desember ini. Yang mana, fokus dari konstruksi utama saat ini membenahi area plengsengan agar lebih kuat lagi.

"Saat ini fokus konstruksi utama dan plengsengan sebagai penyokong konstruksi utama dengan konstruksi yang baru. Beton dinding penahan bukan plengsengan, sehingga akan kuat menahan beban di atasnya. Selain itu diberikan lubang-lubang untuk jalannya air agar tidak terjadi geser dan longsor lagi," paparnya.

Baca Juga : Puluhan Jukir Ikuti Pembinaan, Kadishub: Jukir Kota Batu Harus Keren

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Hadi Santoso menambahkan meski target pengoperasionalan area Jembatan Kedungkandang bakal diresmikan pada 23 Desember 2020 ini, namun untuk pembenahan plengsengan atau area timur pihaknya memang meminta ada tambahan waktu hingga 30 Desember 2020.

Dalam hal ini menurutnya juga tidak mempengaruhi anggaran dalam proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang. Artimya, tetap dianggarkan senilai Rp 64,5 miliar. 

"Saya memberikan perpanjangan waktu sampai 30 Desember untuk pekerjaan plengsengan. Tetapi untuk pekerjaan selain plengsengan tetap 23 Desember siap diresmikan bapak wali kota (Sutiaji). Khusus yang sisi timur kami mohon tadi sudah matur pak wawali (Sofyan Edi Jarwoko) mohon waktu sampai tanggal 30, itu kan untuk U-turn saja tambahannya," kata pria yang akrab disapa Soni tersebut.