Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGTIMES - Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Batu berdampak pada kunjungan wisatawan di Kota Dingin ini. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi menjelaskan, dengan kembalinya Kota Batu sebagai zona merah, pihaknya mengakui mengalami penurunan jumlah wisatawan, walaupun tidak terlalu banyak.

"Penambahan pasien Covid memang berpengaruh besar bagi kami. Untuk awal bulan ini saja mau mengalami penurunan jumlah wisatawan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga : Ke Kota Malang, Kepala BNBP Tinjau Kesiapan RS Lapangan

Ia juga memaparkan persentase dari awal bulan Agustus sampai Desember ini jumlah wisatawan mengalami naik turun. "Awal buka itu kita naik 30 persen, menuju bulan September menurun 5 persen, bulan November naik lagi menjadi 35 persen. Nah awal Desember ini mau mengalami penurunan 5 persen," paparnya

Lanjutnya, ia tetap berharap dan optimistis agar jumlah kunjungan wisatawan lebih meningkat di bulan ini. "Ya semoga saja di awal bulan ini saja ya, tapi harapan kami pertengahan meningkat, karena kami perlu menutup biaya operasional dan masih banyak teman-teman yang kerjanya belum normal," harapnya

Sementara itu terkait pengurangan libur panjang apakah berpengaruh bagi pariwisata Kota Batu, ia mengatakan, pihaknya akan terus optimistis bahwa wisatawan pasti akan datang ke Kota Batu

"Kita tetap optimis pasti wisatawan tetap berkunjung keĀ  batu. Karena peningkatan jumlah pasien covid ini bukan karena dari faktor pariwisata ya. Kita belum tahu ke depannya gimana, tapi kami harus optimis," jelasnya.

Baca Juga : Bertambah Delapan Pasien Baru Covid-19, Satu Pasien Lama di Kabupaten Malang Meninggal

Untuk diketahui, hari ini Jumat (4/12/2020) dilaksanakan acara silaturahmi pengurus dan anggota PHRI Kota Batu di Hotel Senyum.