Kasi PLUEM DPMD Kabupaten Malang, Wahyu Martini saat ditemui awak media di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kasi PLUEM DPMD Kabupaten Malang, Wahyu Martini saat ditemui awak media di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Sepanjang tahun 2020, setidaknya sebanyak 9 BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) di Kabupaten Malang yang mendapatkan bantuan permodalan untuk pengembangan. Bantuan itu sebesar Rp 50 juta dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) PLUEM (Pengembangan Lembaga Usaha Ekonomi Masyarakat) DPMD Kabupaten Malang, Wahyu Martini mengungkapkan bahwa bantuan permodalan untuk pengembangan BUMDes tersebut diberikan kepada 9 BUMDes yang berkembang dan berprestasi.

Baca Juga : Disabilitas Dapat Bantuan Alat Pintal Benang dan Alat Bantu Dengar dari Dinsos-P3AP2KB

 

"Dari kita bantuan permodalan kita support Rp 50 juta satu BUMDes, kalau BUMDes-nya berkembang. Itu tidak merata itu hanya untuk yang berprestasi saja," ungkapnya ketika ditemui awak media di ruangan kerjanya.

Sebanyak 9 BUMDes yang mendapatkan bantuan itu tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

"Kalau 2020 ada 9 BUMDes, itu ada Tunjungtirto Singosari, Pujiharjo, Jatiguwi Sumberpucung, Tambakrejo, Sumawe, Tirtoyudo, Kedungsalam, Donomulyo, Gondanglegi, Banjarrejo, Ngantang, Curungrejo, Kepanjen," bebernya.

Wahyu menjelaskan bahwa pemberian bantuan modal untuk pengembangan BUMDes dari DPMD Kabupaten Malang hanya diberikan sekali saja untuk satu BUMDes.

"Itu kita berikan sekali itu saja biar yg lain bisa dapat juga biar yang lain bisa terpacu untuk mengembangkan BUMDesnya," jelasnya.

Meskipun hanya mendapatkan bantuan permodalan sekali saja dari DPMD, Wahyu menuturkan bahwa BUMDes di Kabupaten Malang akan berpeluang mendapatkan bantuan pendanaan dari provinsi maupun pusat jika berprestasi.

"Untuk satu BUMDes yang sudah dapat itu bisa dapat lagi, dari sumber pendanaan yang berbeda. Jadi dia juga bisa dapat dari provinsi bisa juga dia dapat dari pusat kan rezeki dia," imbuhnya.

Pemberian bantuan permodalan pengembangan ini merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi langkah-langkah inovatif dan kreatif dari pihak BUMDes yang ada di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Mendes PDTT Harapkan Empat Hal untuk Hari Jadi Kabupaten Malang yang ke-1260 Tahun

 

Sementara itu, Wahyu juga menyebutkan bahwa di tahun 2019 juga terdapat 6 BUMDes yang mendapatkan bantuan permodalan untuk pengembangan BUMDes dari DPMD Kabupaten Malang sebesar Rp 50 juta.

Sebagai informasi, Kabupaten Malang telah memiliki 300 BUMDes yang sudah mulai berkembang di masing-masing sektor usahanya dalam mengembangkan potensi desanya.

"Ada 300 BUMDes, yang 78 masih proses pendirian dengan kita lakukan Bimtek beberapa waktu lalu," ujarnya.

Dari 300 BUMDes terdapat beberapa sektor usaha yang sedang berkembang pesat di masing-masing desa. Wahyu mengatakan pertama di sektor pengembangan destinasi wisata di setiap desa. Lalu ada yang bergerak dalam pengelolaan sampah, serta pengelolaan toko kelontong atau toko sembako.

"Dengan adanya Pujon Kidul dan Boonpring Sanankerto, banyak desa mulai mengembangkan potensi wisata di desanya masing-masing. Terlebih keduanya sudah menjadi destinasi wisata nasional," ungkapnya.

Sementara itu, menurut Wahyu unit usaha dari BUMDes yang bertahan di tengah pandemi Covid-19 yakni toko kelontong atau toko sembako. "Saya melihat sektor toko sembako ini bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Dengan berjalannya waktu toko ada yang turun, stagnan dan melejit," pungkasnya.