Kembali Alami Inflasi setelah Lima Bulan Deflasi, Ekonomi Kota Malang Diprediksi Membaik

Dec 02, 2020 17:01
Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subkhan Amirruridho (Dokumentasi MalangTIMES).
Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subkhan Amirruridho (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Selama kurun waktu lima bulan, Kota Malang mencatat terjadinya deflasi. Namun pada November 2020, Kota Pendidikan ini mengalami inflasi.

 Meski mengalami inflasi, kondisi itu mengindikasikan adanya optimisme pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2020. Sehingga, kondisi ekonomi Kota Pendidikan ini diprediksi akan terus membaik.

Baca Juga : Window Dressing Segera Tiba, Tiga Produk Ini Bisa Hasilkan Keuntungan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subkhan Amirruridho melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES menyampaikan, inflasi yang terjadi tersebut menunjukkan jika daya beli masyarakat mulai tumbuh. Hal itu tercermin dari kenaikan harga, khususnya pada komoditas makanan, minuman dan tembakau sebagai akibat dari permintaan yang meningkat.

Tumbuhnya daya beli masyarakat diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi Kota Malang. Sebab, konsumsi swasta atau masyarakat akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan eknomi daerah. Meski begitu, Bank Indonesia memperkirakan realisasi inflasi tahun ini lebih rendah dibandingkan target inflasi nasional yang berada pada kisaran 3,0±1 persen.

"Ke depan Bank Indonesia Malang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah kerja agar target inflasi tetap berada pada sasaran yang ditetapkan," katanya.

Di samping itu, lanjut Azka, Bank Indonesia Malang dan pemerintah daerah juga terus berupaya untuk mendorong kegiatan ekonomi dengan memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan daya beli masyarakat selama berlangsungnya pandemi covid-19. Itu sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sementara itu, berdasarkan rilis inflasi BPS pada  1 Desember 2020 tercatat bahwa Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,31 persen (mtm). Sehingga, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,08 persen (ytd) dan inflasi tahunan mencapai 1,43 persen (yoy).

Baca Juga : Hidup Serba Praktis, Fasilitas Komplit di Apartemen The Kalindra Malang

Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami kenaikan harga hingga 1,20 persen. Komoditas yang mencatatkan inflasi tertinggi adalah daging ayam ras dan selanjutnya diikuti oleh cabai rawit.

Harga daging ayam ras mulai terkoreksi setelah beberapa periode sebelumnya mengalami penurunan harga akibat over-supply. Sementara itu,  kenaikan harga cabai rawit lebih disebabkan oleh faktor seasonal seiring dengan berakhirnya musim panen komoditas hortikultura sehingga pasokan berkurang.

 

Topik
Berita Malangpertumbuhan ekonomi Kota MalangBank IndonesiaPemulihan Ekonomi Nasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru