Hely SH, MH, Kuasa Hukum bersama Tatik Suwartiatun dan kedua anaknya saat berada di PN Malang (Ist)
Hely SH, MH, Kuasa Hukum bersama Tatik Suwartiatun dan kedua anaknya saat berada di PN Malang (Ist)

MALANGTIMES - Tatik Suwartiatun (58) mantan istri Bos Sardo Swalayan yakni Imron Rosyidi, tak hanya mengalami polemik dengan mantan suami dan saudara sang suami tersebut. Kali ini, ia juga menghadapi gugatan terkait Adika Swalayan yang ada di Jalan Mayjen Wiyono Malang.

Ia digugat H. Choiri (65), mantan kakak iparnya yang tinggal di Perum Kraton Harmoni, Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dalam gugatan yang dilayangkan H. Choiri ke PN Malang, gugatan No: 302/Pdt.G/2020/PN. Mlg, terkait perbuatan melawan hukum, Tatik dianggap mengambil keuntungan dari Sardo Swalayan sedikit demi sedikit untuk mendirikan Adika Swalayan.

Baca Juga : Warga Desa Sidomulyo Diamankan Usai Lecehkan TNI Lewat FB, Ternyata Suka Kumandangkan Azan

 

"Ya sebenarnya muaranya memang dari Sardo. Mereka mengakui Sardo miliknya juga belum terbukti dan masih penelusuran sesuai laporan di Polda. Saya dituduh mengambil keuntungan Sardo sedikit demi sedikit untuk membangun Adika. Sebenarnya hasil dari Sardo itu ada lagi yang lainnya, ada sekitar 18 sertifikat, tapi kenapa yang digugat Adika. Makanya saya minta pembuktian," jelasnya.

Dilanjutkan Tatik, jika dalam Putusan Pengadilan Agama Malang, sudah disebutkan, jika aset Toko Adika, juga termasuk dalam harta gono gini. Termasuk juga aset lainnya, seperti dua bidang tanah, dua rumah. Namun untuk Sardo, masih dipending lantaran masih terdapat laporan.

"Sudah ada putusan itu masuk gono gini. Kenapa mereka kok muncul sekarang, karena mereka tahu, Adika itu masuk gono gini. Sekarang Adika memang saya yang mengelola," bebernya.

Kuasa Hukum Tatik, yakni, Hely SH, MH, mengatakan jika gugatan dari pihak Choiri lantaran efek dari laporan ke Polda Jatim dari pihak Tatik terkait pembuatan akta palsu jika Sardo warisan dari mantan mertua Tatik. Namun saat ini laporan tersebut masih dalam proses.

"Mungkin karena reaksi dari laporan kita itu, mereka mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum. Hak merek mau mengajukan gugatan. Kita akan melayani gugatan tersebut, tapi kembali lagi mereka harus bisa membuktikan," ungkapnya.

Baca Juga : Pulang Kerja, Seorang Satpam Jadi Korban Begal

 

Di sisi lain, M. Ramli, kuasa hukum pihak penggugat, yakni Choiri, mengatakan jika materi gugatan memang terkait perbuatan melawan hukum. Namun pihaknya masih enggan menjelaskan secara detail terkait materi gugatan.

"Ini gugatan melawan hukum, antara H. Choiri. Hari ini agendanya masih penyerahan kuasa saja. Karena tergugat belum hadir, sidang ditunda, nanti saja ya," jelasnya.

Sementara itu, dalam agenda sidang pertama (1/12/2020), tergugat 1, yakni Imron Rosyidi tak hadir, maka agenda persidangan ditunda pada Minggu depan, tepatnya tanggal 8 Desember 2020.