Para personel yang hingga kini memperkuat The Cloves And The Tobacco. (Foto: Dok. TCATT) 
Para personel yang hingga kini memperkuat The Cloves And The Tobacco. (Foto: Dok. TCATT) 

MALANGTIMES - Di ujung tahun 2020 dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19, salah satu unit Celtic/Irish Folk Punk asal Yogyakarta yakni The Cloves and The Tobacco (TCATT) merilis sebuah EP (Extended Play) Album. Mini album bertajuk "Jalan Pulang" ini berisikan lima lagu pamungkas.

Lima lagu itu yakni Deru Mesin Peradaban, Sunyi Tanah Peristirahatan, Denting Gelas Akhir Pekan, Esensi Whiskey dan Imaji Masa Muda. 

Baca Juga : 7 Drama Korea Terbaru Siap Tayang Desember 2020

 

"EP atau mini album ini merupakan sebuah refleksi tentang proses pendewasaan, manifestasi dari pahit manis pembelajaran hidup, serta sebuah imaji tentang indahnya masa-masa yang telah lewat," ungkap Piztt, keyboardis TCATT.

Pemilihan judul pada mini album "Jalan Pulang" merupakan wujud refleksi, perluasan makna dari kata "Kembali". Kisah-kisah waktu yang telah lewat, menjadi pondasi TCATT di masa ini, tentang Piztt yang mencoba kembali melihat hal-hal yang terjadi di kotanya.

"Tentang perjalanan pulang di suatu akhir pekan, pun juga tentang sebuah perayaan tanpa hingar-bingar yang megah, di mana TCATT kembali bernyanyi dengan bahasa asal yakni Bahasa Indonesia," imbuhnya.

Dalam materi dari mini album "Jalan Pulang", TCATT mencoba memberikan nuansa berbeda dengan materi dari album-album sebelumnya yakni dengan lirik berbahasa Indonesia. 

Karena pada debut album pertama "The Day With No Sun" (2012) dan album kedua "Across The Horizon" (2016) seluruh materi dari lirik lagu tersebut menggunakan Bahasa Inggris.

TCATT memproduksi mini album "Jalan Pulang" ini kembali berada di bawah naungan WLRV Records yang merupakan sebuah record label independen asal Yogyakarta yang memang sudah terbiasa menaungi band-band Celtic/Irish Folk Punk di Indonesia.

Selain itu, bergabungnya personel baru yakni Emil Nitikusuma pada instrumen Accordion seolah menjadi angin segar pengisi celah-celah suara Banjo, Fiddle dan Tin Whistle.

"Faktor inilah yang memberikan perbedaan pada mini album 'Jalan Pulang' dengan lagu-lagu TCATT sebelumnya," ujarnya.

Baca Juga : Dul Jaelani Bikin Lagu Ambyar, Luncurkan Single "Jas Putih"

 

Seluruh materi lagu dalam mini album "Jalan Pulang" ditulis oleh Pizzt, kecuali pada lagu "Imaji Masa Muda" diciptakan oleh Pizzt bersama Emil. Serta untuk aransemen pada lima lagu pamungkas tersebut dilakukan oleh TCATT secara keseluruhan.

Untuk proses perekaman (recording, mixing dan mastering) dikatakan Pizzt dilakukan di Orange Bee Music99 Studio Yogyakarta oleh Bayu "Senri" Arseta.

Sedangkan untuk desain cover dan layout, TCATT mempercayakan kepada tangan handal, Abiyoga Fazri. Sementara untuk foto cover album dilakukan oleh Yasu Spade dan Uwit Rahman.

"Sedikit kendala terjadi pasca proses mastering, virus Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia beserta dengan seluruh kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengikutinya berimbas pada keterbatasan interaksi baik antar personil TCATT sendiri, maupun dengan WLRV Records," terangnya.

Seiring berjalannya waktu dan dinamika di dalam TCATT, hingga menjelang penghujung akhir tahun 2020, TCATT diperkuat oleh Piztt (Fiddle, Keyboard, Backing Vocals), Adit Tongseng (Lead Vocals, Accoustic Guitar), Kojack Blues (Banjo), Fani Black (Whistles), Abiyoga Fazri (Electric Guitar, Backing Vocals), Koro (Drums), Kahfi (Bass Guitar) dan Emil (Accordion).