Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara saat memberi sambutan ketika menjalin kerjasama dengan pengusaha kuliner (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara saat memberi sambutan ketika menjalin kerjasama dengan pengusaha kuliner (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Melebihi dari ekspektasi yang dicanangkan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, target pajak daerah di sektor kuliner mampu mendulang surplus di akhir bulan November 2020.

Plt (Pelaksana tugas) Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, menjelaskan hingga akhir bulan November 2020 pajak restoran mampu mendulang pendapatan hingga Rp 6.369.110.241 .

Baca Juga : Setoran Pajak Hotel Lampaui Target, Sumbang PAD Kabupaten Malang Rp 1,7 Miliar

”Hingga akhir bulan November (2020), pajak restoran sudah surplus nyaris 3 persen dari target yang sudah ditentukan,” ungkap Made.

Sekedar informasi, target pajak restoran tahun ini dipatok Rp 6,2 miliar. Hingga akhir bulan November 2020, pajak restoran sudah mendulang pendapatan hingga nominal Rp 6.369.110.241 . Artinya sudah surplus mencapai Rp 169.110.241 atau setara dengan 2,73 dari target yang sudah ditentukan.

”Semula kami berharap target pajak restoran bisa terealisasi pada akhir bulan kemarin (November 2020). Namun faktanya justru mampu mendulang surplus,” ungkapnya.

Melihat tren positif semacam ini, Made optimis jika capaian pajak restoran mampu mendulang surplus lebih banyak. Sebab, jika mengacu pada capaian di sepanjang bulan November 2020, pajak daerah sektor kuliner ini mampu menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang di angka Rp 592.882.388 .

”Jika melihat tenggang waktu yang masih tersisa 1 bulan, kami optimis nilai surplus disektor pajak restoran di tahun 2020 masih mampu lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Menurut Made, suksesnya capaian pajak restoran ini tidak terlepas dari adanya kerjasama yang dilangsungkan antara Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Malang, dengan pelaku industri wisata dan kuliner di Kabupaten Malang yang terjalin sejak pertengahan bulan November 2020 lalu.

”Meskipun saat ini masih pandemi Covid-19, namun saya yakin dengan mengandeng pelaku wisata bisa kembali mendongkrak roda perekonomian di Kabupaten Malang. Dengan adanya industri pariwisata yang kreatif, tentunya dapat mendorong lebih banyak pelaku ekonomi kreatif, yang saling bersinergi antara pelaku usaha perhotelan, rumah makan, hingga UMKM,” jelasnya.

Baca Juga : Wajib Miliki Legalitas, Peserta Table Top Pariwisata Bangkit Bukan Kaleng-Kaleng

Sekedar diketahui, dengan surplusnya sektor pajak restoran ini, mampu meneruskan catatan positif pada tahun 2019 silam. Sebab, pada tahun 2019 lalu, pajak restoran juga mampu mendulang surplus.

Rinciannya, dari target yang dipatok Rp 7.000.675.000, hingga tutup buku pajak restoran mampu mendulang pendapatan diangka Rp 8.591.754.279 .

”Tahun lalu (2019) pajak restoran mampu surplus sekitar 23 persen dari target yang sudah ditentukan,” tukas Made yang juga menjabat sebagai Kadisparbud (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang) ini.