Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (Hendra Saputra)
Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Untuk tetap menjaga kesehatan di lingkungan cabang olahraga (cabor), KONI Kota Malang menganggarkan bantuan seperti alat penyemprot desinfektan, cairan desinfektan dan wastafel untuk cuci tangan. Peralatan ini diharapkan digunakan di kantor atau sekretariat masing-masing cabor.

Hampir satu tahun aktivitas olahraga di Kota Malang mandek hanya karena pandemi covid-19. Memang wabah tersebut cukup berbahaya, karena bisa menular dengan cepat meski hanya bersentuhan langsung dengan penderita.

Baca Juga : Maradona Meninggal, Gol Tangan Tuhan dan Kontroversi Lain Juga Tiada di Sepak Bola

Hal itulah yang membuat, KONI Kota Malang tegas menerapkan aturan agar cabor untuk mengurangi intensitas perkumpulan banyak orang untuk menghindari terpapar covid-19. "Sementara untuk kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang tidak kami acc. Karena situasi masih pandemi, jadi kami tidak mau ambil risiko," tegas Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono.

Untuk menghindari wabah tersebut, Eddy tidak hanya meminta untuk cabor mengurangi intensitas pertemuan, namun juga memberikan Support peralatan untuk menjaga kebersihan.

“Sebentar lagi turun dari KONI, alat penyemprot desinfektan dan cairan desinfektan. Kemudian alat cuci tangan, hand sanitizer jadi lebih komplet. Kebutuhan per cabor satu untuk alat-alatnya. Kalau untuk atlet kami lebih ke APD, targetnya Desember kami distribusikan,” jelasnya.

Sebelumnya, KONI Kota Malang mendapat bantuan alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. APD yang diberikan Kemenpora diperuntukkan bagi pelatih, pengurus di segala cabang olahraga (Cabor) dan wasit yang ada dalam naungan KONI Kota Malang.

Baca Juga : KONI Kota Batu Tawarkan Lapangan Kusuma Agrowisata Jadi Pusat Latihan Piala Dunia U-20

Bantuan dari Kemenpora untuk pelaku olahraga sebanyak 1.750 paket. Terdiri dari hand sanitizer, vitamin dan masker.