Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Malang, Sjaichul Ghulam saat menerima penghargaan rekor dari MURI di Pendopo Kepanjen, Sabtu (28/11/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Malang, Sjaichul Ghulam saat menerima penghargaan rekor dari MURI di Pendopo Kepanjen, Sabtu (28/11/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Gelaran event "The Relay Run 1260 kilometer" dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1260 Kabupaten Malang yang akhirnya mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena mencatatkan rekor gelaran lari estafet terpanjang di Indonesia, Sabtu (28/11/2020). 

Hadir dalam penyerahan penghargaan dari MURI yakni Senior Manager MURI, Andre Purwandono yang menyerahkan langsung penghargaan dari MURI kepada Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Malang, Sjaichul Ghulam. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan dari MURI ini merupakan bentuk apresiasi dari MURI untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang agar menjadi lebih baik lagi. 

"Ini salah satu pembelajaran bagi kita di masa depan, agar Kabupaten Malang menjadi lebih baik lagi. Sebab Rekor MURI ini menjadi acuan kita untuk kedepan siapa tahu bisa mendapatkan lagi," ungkapnya kepada awak media usai pemberian penghargaan dari MURI, Sabtu (28/11/2020). 

Wahyu menuturkan bahwa pada gelaran lari estafet berjarak 1.260 kilometer yang mengelilingi beberapa destinasi wisata di Kabupaten Malang selama 20 hari non-stop menjadi yang paling jauh di Indonesia. 

"Jadi memang menjadi sebuah kelayakan jika masuk MURI karena belum pernah ada race sepanjang ini apalagi di tengah pandemi," ujarnya. 

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini juga menambahkan bahwa selain yang paling jauh, jalur yang kadang terjal dan berkabut menjadi tantangan tersendiri bagi peserta "The Relay Run 1.260 kilometer". 

"Keadaan jalur yang tak bisa diprediksi memang menjadi kesan tersendiri bagi para peserta lari, seperti suhu dingin, kabut tebal dan pelari dipastikan harus bisa mengatur suhunya," imbuhnya. 

Wahyu berharap, dengan didapatkan penghargaan rekor MURI untuk Kabupaten Malang, dapat memberikan contoh baik bagi daerah lain, serta juga menjadi stimulus bagi masyarakat untuk memunculkan ide-ide dalam mencapai rekor nasional. 

"Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan di tengah pandemi. Ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain bahwa kita bisa sukses mendapatkan MURI di tengah pandemi Covid-19," tandasnya. 

Sebagai informasi bahwa perhelatan "The Relay Run 1.260 kilometer, berlangsung selama 20 hari non stop yang dimulai start di Lembah Indah Ngajum pada hari Sabtu (7/11/2020) dan berakhir di Museum Singhasari yang berada di wilayah Kecamatan Singosari pada hari Kamis (26/11/2020). 

Setidaknya dalam 20 hari non-stop menjelajah Kabupaten Malang, sebanyak 72 destinasi wisata berhasil dilalui oleh para pelari marathon estafet ini. 

Dalam perhelatan "The Relay Run 1.260 Kilometer" ini diikuti oleh 60 orang pelari yang berasal dari beberapa daerah. Di antaranya, terdapat peserta lari yang berasal dari Surabaya, Blitar, Bekasi hingga Timor Leste.