Tingkatkan Potensi Pertanian, Tiga Sektor Utama ini Bakal Dioptimalkan Paslon SanDi

Nov 26, 2020 18:01
Calon Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (kanan, pegang mickrofon) saat menjelaskan program Malang Makmur disektor pertanian (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Calon Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Sanusi (kanan, pegang mickrofon) saat menjelaskan program Malang Makmur disektor pertanian (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dari nomor urut 1, SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) kembali melanjutkan serangkaian agenda kampanyenya. Hari ini (Kamis 26/11/2020) pasangan nomor urut 1 ini, melakukan kampanye di wilayah Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan tersebut, kandidat Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang yang memiliki tagline Malang Makmur ini, menyempatkan diri untuk bertatap muka secara langsung dengan masyarakat setempat. Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Sanusi.

Baca Juga : Ketua Tim Kampanye Malang Makmur Digantikan Darmadi, Didik: Harus Lebih Maksimal Kerjanya 

 

”Tadi ada aspirasi dari para petani yang mengeluhkan soal pasokan pupuk bersubsidi. Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk merealisasi program Kartu Tani, agar pupuk bersubsidi bisa segera didistribusikan,” ungkapnya.

Di sisi lain, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, mengaku pernah melakukan sederet agenda studi banding guna mengoptimalkan sektor pertanian di Kabupaten Malang.

”Saya sudah melakukan survei dan studi banding ke Medan, untuk mencari tahu komoditas pertanian apa yang cocok untuk diterapkan di Kabupaten Malang,” ucap politisi yang akrab disapa Abah Sanusi ini.

Dalam agenda studi banding ke Medan beberapa waktu lalu itu, pihaknya mengaku mendapatkan inspirasi untuk mengoptimalkan sektor kelapa sawit di Kabupaten Malang. Bahkan, hasil studi banding tersebut sudah diimplementasikan dengan adanya pembangunan pabrik kelapa sawit di Malang Selatan.

”Di Medan kelapa sawit bisa menghasilkan minimal 50 ton dengan harga minimal Rp 2 ribu per kilogram. Sehingga jika bisa menghasilkan 100 ton, maka minimal akan mendapatkan penghasilan Rp 100 juta. Potensi inilah yang akan kita kembangkan di Kabupaten Malang,” terangnya.

Selain bisa menghasilkan pendapatan ratusan juta di sektor kelapa sawit, Abah Sanusi mengaku juga bakal mendongkrak produksi pertanian padi di Kabupaten Malang. Di mana, dari hasil survei yang telah dilakukan, pihaknya menemukan bibit yang bisa menghasilkan padi hingga 15 ton.

Baca Juga : Maksimalkan Potensi Desa, Paslon SanDi Bakal Optimalkan 3 Sektor Penunjang Ini 

 

”Padi yang hasilnya bisa 15 ton dapat menghasilkan beras sebanyak 10 ton, itu dalam satu kali panen. Dengan begitu sudah banyak penghasilan yang bisa diperoleh para petani. Nanti komoditas lain d isektor pertanian juga akan kita maksimalkan di Kabupaten Malang,” timpal politisi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang ini.

Komoditas lain yang juga bisa dimaksimalkan tersebut, disampaikan Abah Sanusi, salah satunya adalah di sektor pertanian tebu. ”Tebu kalau bisa rendemennya kita tingkatkan jadi 12 persen saja, itu sudah bisa menghasilkan pendapatan Rp 100 juta,” ujarnya.

Guna mengoptimalkan pendapatan kotor di sektor pertanian yang mencapai ratusan juta tersebut, Abah Sanusi mengaku bakal berkoordinasi dengan instansi terkait yang membidangi sektor pertanian. Salah satunya adalah Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Malang.

”Caranya (untuk mendongkrak sektor pertanian, red) dengan mengadakan program intensifikasi pola tanam yang berimbang. Nanti akan dikoordinir oleh Dinas Pertanian dan Holtikultura,” tukas santri yang juga pernah menimba ilmu di pondok pesantren Raudlatul Ulum ini.

Topik
Pilkada Kabupaten MalangSanusi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru