Ayu Kartika (kiri), korban yang dikuras rekeningnya oleh oknum penipu menunjukkan surat bukti laporan kepolisian (ist)
Ayu Kartika (kiri), korban yang dikuras rekeningnya oleh oknum penipu menunjukkan surat bukti laporan kepolisian (ist)

MALANGTIMES - Ketika terdapat sebuah pesan kode One Time Password (OTP) bank tempat menyimpan uang Anda masuk ke nomer handphone, masyarakat perlu hati-hati dan benar-benar merahasiakannya dari orang lain. Sebab, jika kode tersebut sampai diketahui orang lain, bisa jadi justru kerugian besar yang akan diderita.

Seperti yang dialami oleh seorang istri anggota polisi di Kota Malang, yakni Ayu Kartika (35) warga Jalan Kelor, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada 12 November 2020.

Baca Juga : Sudah 26 Kali Satu Keluarga Nyuri di Masjid, Pelaku Paksa Anak-Istri Ikut

Dia menjelaskan, jika awal kejadian tersebut bermula dari sebuah nomor 082181497264 yang menelepon korban. Saat itu, oknum penelepon tersebut mengaku dari Bank BRI. Dia mengatakan jika korban mendapatkan pulsa sebesar Rp 100 ribu.

"Katanya selamat ibu, dapat pulsa Rp 100 ribu. Setelah itu saya ditransfer dan suruh mengecek pulsanya apakah sudah masuk atau belum. Setelah saya cek sudah masuk. Terus dia ini bilang lagi ibu akan dapat lagi lima kali, masuknya 100 ribuan sebanyak lima kali," jelasnya Selasa (24/11/2020).

Setelah itu, lanjutnya, oknum penelepon mengatakan jika sebelum ditransfer nantinya akan ada kode OTP yang akan dikirim dari bank. Setelah itu, oknum penelepon tersebut meminta korban untuk memberi tahukan nomor kode OTP tersebut.

"Setelah ada kode OTP masuk, kemudian pelaku ini tanya, berapa itu nomornya (menirukan kata pelaku), terus saya kasih nomor tadi. Sampai tiga kali (memberitahukan nomor OTP), terus keempatnya saya baru sadar kalau kode OTP ini rahasia, setelah itu saya bilang ini penipuan ya, pelakunya bilang nggak ibu dan menjelaskan banyak, akhirnya (telepon) dimatikan sama pelaku," terangnya.

Setelah itu, tak lama kemudian muncul notifikasi yang masuk ke handphone korban tentang pengeluaran dana sebesar Rp 49 juta lebih. Setelah itu muncul lagi transaksi kedua sebesar Rp 49 juta sekian, kemudian ada lagi transaksi Rp 1,9 juta dan terakhir Rp 1 juta.

Mengetahui hal tersebut, korban yang panik kemudian langsung menuju mesin ATM. Di situ korban mengecek saldo milikinya. Korban begitu kaget melihat saldo yang awalnya sebesar Rp 108 juta lebih, kini tinggal Rp 6,5 juta.

Baca Juga : Pria Bersarung Kendarai Motor PCX Terekam CCTV Curi Dua Tanaman Hias

"Saya ke ATM, saya cek saldo, tinggal Rp 6,5 juta. Setelah itu saya pergi ke BRI pusat, saya laporkan untuk memblokir itu," bebernya.

Saat dicek, muncul transaksi transfer dari rekening korban ke sebuah rekening atas nama Rudy Wibowo Budhianto dan juga sebuah rekening atas nama yang dalam transaksi terlihat samar namanya, yakni SU******S A****G. Akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian sekitar Rp 101 juta.

"Saya sudah laporkan ke Polresta Malang Kota, semoga pelakunya segera tertangkap dan bila memang rezeki uang saya bisa kembali, ini juga jadi pembelajaran buat saya, semoga tidak terulang lagi, semua juga harus hati-hati lagi," pungkasnya.