Komisi C DPRD Kota Malang didampingi Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso (bertopi) saat melakukan tinjauan ambrolnya plengsengan di proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang, Selasa (24/11). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Komisi C DPRD Kota Malang didampingi Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso (bertopi) saat melakukan tinjauan ambrolnya plengsengan di proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang, Selasa (24/11). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Menyusul kejadian ambrolnya plengsengan di tengah proses pembangunan jembatan Kedungkandang, sejumlah anggota DPRD Kota Malang melakukan sidak.

Dalam sidak yang dilangsungkan siang ini (Selasa, 24/11/2020), anggota dewan yang tergabung di Komisi C tersebut menyoroti penyebab ambrolnya area sisi timur jembatan bukan karena kelalaian pekerja proyek.

Baca Juga : Propemperda Kota Malang 2021 Disepakati, Dewan Minta Skala Prioritas

"Kalau kita melihat paparan waktu DED (Detail Enginering Detail) disampaikan, ya semuanya sesuai. Cuma ini kan di luar kontrol, di luar kekuatan kita, kebiasaan ambrol begini ini," ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin.

Fathol menambahkan, apapun itu pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, diminta untuk tetap sesegera mungkin memperbaikinya. 

Yakni, dengan mengubah pola pembangunan plengsengan yang semula dengan bahan dasar batu diganti beton.

"Terlepas apapun, dari pihak pelaksana atas pengarahan dari DPUPR akan secepatnya merubah pola, yang sekarang pakai sistem yang begini ini, nanti akan diganti dengan dinding ber beton. Dan kekuatannya InsyaAllah sudah sekian kali lipat dari yang ada kemarin itu," jelasnya.

Termasuk, menurut politisi PKB itu, di area tersebut akan dilakukan pengurukan agar lebih padat. Sehingga, air tidak akan meresap dan merusak tatanan bangunan. 

Dalam perbaikan itu, pihaknya juga mengharapkan bisa dilakukan lebih cepat dari jatah pengerjaan yang semula 28 hari, bisa terselesaikan dalam satu minggu saja.

"Kami berharap pengerjaan beton nanti itu diiringi dengan percepatan pengerasan terhadap pemasangan dinding beton itu. Sehingga kalau biasanya bangun seperti ini mencapai 28 hari. Ini diupayakan mungkin cuma seminggu pengerasan itu sudah selesai. Sehingga kekuatan dinding lebih maksimal lagi," tandasnya.

Baca Juga : Teror Banjir di Musim Hujan, Ini Langkah Pemkot Malang

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso, mengungkapkan, kejadian ambrolnya plengsengan di area tersebut dipastikan tidak mengganggu target terselesaikan proyek bangunan jembatan Kedungkandang pada 20 Desember 2020 mendatang.

"Ndak ada (pengunduran target proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang). Pokoknya 20 Desember itu 100 persen selesai," terangnya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menambahkan, memang kawasan samping tersebut direncanakan sebagai area jalan untuk mempermudah akses menuju Jl Muharto, termasuk akses keluar masuknya warga di area sepanjang jembatan Kedungkandang.

Perbaikan penggantian plengsengan dengan bahan dasar beton tersebut disinyalir akan membuat bangunan lebih kuat.

"Apapun kami akan perbaiki secara teknis. Tidak ada lagi pasangan batu nanti di situ. Untuk yang ambrol diganti dengan beton. Ini kan bukan dinding penahan, plengsengan. Cuma kan saya nambahi jalan samping ini untuk u-turn (alur putar balik) bisa ke Muharto apabila ada crowded di simpang 3 itu," jelasnya.